TNI Pastikan Suku Cadang Pesawat Sukhoi Aman

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Fadjar Prasetyo menyampaikan, keamanan perawatan pesawat bisa dipastikan. Karena suku cadang telah dibeli jauh hari sebelum perang meletus.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
TNI Pastikan Suku Cadang Pesawat Sukhoi Aman
Pesawat Sukhoi. imageshack.us

TNI AU memastikan jika perang antara Rusia dan Ukraina tak mengganggu kebutuhan peralatan serta suku cadang pertahanan udara, seperti halnya perawatan pesawat tempur pabrikan asal Rusia, Sukhoi.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Fadjar Prasetyo menyampaikan, keamanan perawatan pesawat bisa dipastikan. Karena suku cadang telah dibeli jauh hari sebelum perang meletus.

"Kita di dalam hal perawatan pesawat, ini kita lakukan tidak jangka pendek. Jadi beberapa suku cadang sudah kita beli dari beberapa waktu yang lalu," katanya usai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU TA 2022, Jumat (4/3).

Meskipun demikian, dia masih akan mencermati langkah-langkah ke depan terkait efek kesiapan perawatan pertahanan Indonesia, khususnya wilayah TNI AU imbas peperangan antara Ukraina dan Rusia.

"Hal yang terjadi Ukraina ini kita terus mencermati perkembangan keadaan di sana. tentunya sedikit banyak akan mempengaruhi, tidak saja peralatan yang berasal dari sana," tuturnya.

"Saya rasa seluruh dunia sedang mencermati, sedikit banyak pasti ada perubahan-perubahan," lanjut Fadjar.

Sekedar informasi hingga kini, TNI AU kini memiliki 16 jet tempur Sukhoi. Dimana sempat mendapat tambahan dua pesawat tempur Sukhoi jenis SU-30 MK 2, tiba Rabu (4/9/2013) silam di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.

Pesawat pabrikan asal Rusia itu, dibeli Indonesia secara bertahap mulai sejak tahun 2003 di Lanud Iswahjudi Madiun, selanjutnya di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar tahun 2009, 2010 hingga pada tahun 2013.

Rekomendasi