Operasi Pasar Banderol Minyak Goreng Rp25.000 per Dua Kemasan Diserbu Ibu-Ibu

Ahmad mengaku baru bisa menggelar operasi di dua kecamatan, karena baru satu distributor yang sepakat kerja sama untuk menggelar operasi pasar. Meski baru satu distributor minyak goreng yang bergabung, tetapi mampu menyiapkan 5.000 liter.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Operasi Pasar Banderol Minyak Goreng Rp25.000 per Dua Kemasan Diserbu Ibu-Ibu
Emak-emak Rela Antre Demi Minyak Goreng. ©2022 Merdeka.com

Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perdagangan menggelar operasi pasar minyak goreng di dua kecamatan, yakni Tamalanrea dan Manggala, Sabtu (27/2). Disdag membagikan 500 kupon kepada warga untuk bisa membeli minyak goreng dengan harga Rp25.000 per dua bungkus.

Sekretaris Disdag Makassar, Ahmad mengatakan operasi pasar minyak goreng di Kecamatan Tamalanrea dan Manggala digelar berdasarkan perintah Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. Apalagi, ada satu distributor yang siap untuk menyalurkan minyak goreng premium dengan harga Rp12.500 per kemasan.

"Harga per kemasan kita jual Rp12.500. Jadi kalau dua bungkus itu Rp25.000," ujarnya kepada merdeka.com, Sabtu (27/2).

Ahmad mengaku baru bisa menggelar operasi di dua kecamatan, karena baru satu distributor yang sepakat kerja sama untuk menggelar operasi pasar. Meski baru satu distributor minyak goreng yang bergabung, tetapi mampu menyiapkan 5.000 liter.

"Untuk hari ini di dua kecamatan itu ada 2.000 liter. Target kita 5.000, karena baru itu kesanggupan dari distributor ini," ungkapnya.

Operasi pasar minyak goreng digelar pun dipenuhi emak-emak untuk antre. Para emak-emak ini antre dengan membawa kartu tanda penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

"Syaratnya bawa KTP ataupun KK. Ini kami lakukan agar warga yang mendapatkan minyak goreng ini adalah benar-benar warga Makassar, kan siapa tahu ada yang lintas batas misal dari Maros," bebernya.

Ahmad berharap sejumlah distributor minyak goreng lainnya bisa ikut bergabung untuk sama-sama menggelar operasi pasar. Ia mengaku sudah tujuh distributor yang diundang, tetapi baru satu yang bergabung.

"Insya Allah ke depan di kecamatan lain juga, kita akan mobile di 15 kecamatan. Ada 7 (distributor) yang kita undang," ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan dari hasil kunjungan di sejumlah pasar tradisional bersama Menteri Perdagangan, Muh Lutfi menemukan minimnya ketersediaan minyak goreng premium dan paket sederhana. Menyikapi kondisi tersebut, Danny Pomanto menegaskan Pemkot Makassar siap melakukan kolaborasi dengan pihak pemerintah pusat, Pemprov Sulsel hingga distributor untuk melakukan operasi pasar.

"Saya akan berkoordinasi dengan Disdag untuk bersiap melakukan operasi pasar, tentunya dengan kolaborasi dengan pusat atau distributor, nanti kita operasi pasar di pasar, karena penjual hidup di situ," ujarnya kepada wartawan di Pasar Pa'baeng-baeng Makassar, Kamis (17/2).

Berbeda dengan minyak goreng curah yang ketersediaannya cenderung aman dengan harga Rp13 ribu per liter. Lain halnya dengan minyak goreng kemasan yang ketersediaannya terbatas.

"Minyak goreng curah stok aman harganya juga sudah turun, tadi Rp13.000, sebelum-sebelumnya sampai Rp18.000 satu liter. Jadi turun sekitar 5.000," ucapnya.

Rekomendasi