Heribertus Nono (17), siswa kelas dua SMA Mandaelu, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, tewas setelah tersengat arus listrik, Kamis (24/2). Korban merupakan warga kampung Weelimbu, Resa Kabalidana, Kecamatan Wewewa Barat.
Kapolsek Loura, Kompol Edy mengatakan, awalnya ayah korban bernama Agustinus Gollu Wolla (44), bersama teman-temannya sedang mengerjakan rumah.
Ketika hendak memotong besi sebagai tiang rumah, alat pemotong besi disambung ke listrik namun tidak terdapat aliran listrik. Tanpa berpikir panjang, korban berinisiatif menyambung kabel listrik tersebut.
Korban tidak mematikan meteran listrik saat menyambung kabel, sehingga korban langsung tersengat aliran listrik. Rekan-rekan orang tuanya yang sedang membantu pembangunan rumah kaget, saat mendengar teriakan korban disertai bunyi benda jatuh.
"Imelda Gole Milla (34), yang sedang berada di dapur langsung keluar dari dapur dan melihat korban sudah pada posisi tertidur di rumput bekas pondasi rumah lama, sambil berteriak minta tolong," ungkap Edy.
Menurutnya, saat itu meteran listrik langsung dimatikan. Sedangkan korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk ditindak secara medis. Namun naas dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.
"Dari hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami luka bakar di telapak tangan kanan serta ibu jari kanan, jari tengah bagian kanan. Korban juga mengalami luka di kepala bagian belakang, karena saat jatuh ke belakang kepala terbentur mengenai batu," ujarnya.
Mendapatkan laporan, Edy bersama anggotanya mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Polisi juga mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi, serta memasang garis di lokasi kejadian.
"Kabel tersebut sudah lama dan sudah rusak. Kondisi kabel sudah terkelupas karena sudah lama dan sudah sering putus tapi disambung lagi tanpa dibungkus menggunakan isolasi. Korban murni meninggal karena kesetrum bukan karena ada unsur-unsur lain," tutupnya.