Usaha dibarengi doa memang tidak pernah mengkhianati hasil. Berawal semasa kuliah coba-coba menjahit baju, Nelva Amelia, perempuan asal Kota Banda Aceh ini berhasil bikin brand fashion sendiri. Baju yang didesainnya kini menembus pasar negara-negara Asia Tenggara, di antaranya Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Malaysia dan bahkan sampai ke Taiwan.
Nelva menabalkan brand fashionnya itu dengan nama Florimia. Produksinya dilakukan di Banda Aceh dengan konsultasi via daring bersama konsumen.
"Usaha ini saya geluti mulanya sejak masa kuliah, itu di tahun 2012. Awalnya coba-coba, iseng jahit baju terus posting di sosmed. Eh ternyata ada yang suka dan berlanjut sampai sekarang," kata perempuan yang akrab disapa Nelva itu kepada merdeka.com, Senin (7/2).
Dia mengatakan, mula-mula merintis usaha dia hanya bekerja sendiri. Terbelenggu modal yang kecil itu sudah pasti. Naik turun omset sudah makanan sehari-hari. Namun Nelva tak patah arang.
Advertisement
Sembari terus berusaha, brand Florimia yang memproduksi busana muslim wanita tersebut perlahan mulai dilirik pasar. Ibu satu anak itu memanfaatkan platform media sosial untuk menggelar lapak dagangannya.
Tiap busana muslim yang selesai dia jahit, Nelva mem-posting-nya di akun Instagram miliknya. Menurutnya, itu ibarat katalog biar pelanggan mudah melihat hasil karyanya. Jika tertarik, pelanggan bisa langsung mengontak nomor WhatsApp yang tertera di sana.
Sesekali juga untuk bikin pelanggan senang, Nelva menggelar give away. Kini, pengikut instagram Nelva mencapai 242 ribu orang.
Ibarat pepatah pucuk dicinta ulam pun tiba, brand fashion Flomiria kian banyak diminati. Nelva Amelia kebanjiran orderan dan kini mempekerjakan beberapa penjahit baju yang dia desain sendiri.
Advertisement
Demi kepuasan pelanggan, Nelva pakai teknik menjalin komunikasi dengan pembelinya. Mereka dilibatkan dalam keputusan; ingin seperti apa baju itu nantinya dijahit.
"Jadi ukurannya juga bisa ditentukan sendiri oleh pembeli sebelum di produksi," ujarnya.
Semakin maju sebuah usaha bukan berarti semakin mudah menjalaninya. Itu diakui oleh Nelva. Laris manis busana muslim wanita bikinannya, ternyata juga ada kerikil masalah. Salah satunya stok kain yang digunakan.
"Saya masih bergantung pada ketersediaan bahan kain di toko-toko tekstil yang ada di Banda Aceh," katanya.
Advertisement
Tapi bukan pengusaha namanya jika tak cepat membaca peluang. Jiwa usahanya yang sudah terbentuk sejak di bangku kuliah, dengan cepat memutar otak Nelva mencari bahan kain lewat bekerja sama dengan pabrik tekstil dari luar Aceh.
"Alhamdulillah, satu masalah itu kelar. Bisa diatasi," ujarnya.
Nelva bilang, sejauh ini brand Florimia hanya mengeluarkan minimal tiga desain baju busana muslim dalam sebulan.
Untuk pemasaran, dia masih mengandalkan online di Instagram dan lapak E-commerce secara ready dan preorder.
Lewat industri fashion modest wear yang kian berkembang pesat dari tahun ke tahun itu, Nelva punya mimpi ingin mengangkat nama Aceh lewat fashion ke kancah nasional dan internasional.