Evaluasi Penyimpangan Karantina, Satgas Covid-19 Temukan Blind Spot

Presiden Joko Widodo meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut dugaan permainan proses karantina.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Evaluasi Penyimpangan Karantina, Satgas Covid-19 Temukan Blind Spot
Karantina Pasien Covid-19. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 terus memonitor dan berupaya cepat dalam menindaklanjuti temuan penyimpangan karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Upaya ini akan dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait.

"Penanganan Covid-19 bersama dengan kementerian dan lembaga terkait terus memonitor dan berupaya cepat tanggap dalam menindaklanjuti penemuan-penemuan dalam penyimpangan karantina oleh oknum-oknum tertentu," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, Rabu (2/2).

Wiku mengatakan sudah melakukan evaluasi penyimpangan karantina PPLN bersama Kepolisian RI dan pengelola bandara. Dari hasil evaluasi, ditemukan titik blind spot (titik buta) atau jebakan karantina.

"Adanya temuan titik blind spot setelah dilakukan evaluasi bersama Polri dan pihak bandara," ujarnya.

Untuk mencegah kembali terjadinya 'permainan' karantina, pemerintah menambah pengawasan di titik-titik kedatangan PPLN. Selain itu, pemerintah menerapkan sistem monitoring pelaksanaan karantina menggunakan aplikasi Presisi.

Selain titik blind spot, Wiku menyebut menemukan pengawasan terhadap PPLN masih rendah. Kesadaran masyarakat umum untuk mematuhi aturan karantina juga rendah.

Wiku mengimbau agar masyarakat tidak memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 untuk melakukan kecurangan. Dia meminta semua pihak mematuhi aturan karantina yang sudah ditetapkan.

"Peraturan karantina dibuat dengan penuh pertimbangan demi kesehatan dan keselamatan seluruh elemen masyarakat," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut dugaan permainan proses karantina. Jokowi mengaku mendapat banyak keluhan dari warga asing terkait permainan karantina di Indonesia.

"Saya masih mendengar dan ini saya minta Kapolri untuk mengusut tuntas permainan yang ada di karantina. Sudah, karena saya sudah mendengar dari beberapa orang asing komplain ke saya mengenai ini," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas Evaluasi PPKM dari Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin 31 Januari 2022, dilansir dari situs Sekretariat Kabinet.

Jokowi juga mengatakan pentingnya melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk Indonesia. Dia juga meminta semua pihak menjalankan proses karantina yang benar apabila baru tiba di Indonesia dari luar negeri.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi mengatakan permainan karantina dilakukan oleh oknum.

"Ini tentu adanya oknum yang memanfaatkan karen kalau aturan sudah jelas," katanya kepada merdeka.com, Rabu (2/2).

Menurut Nadia, peluang untuk memainkan proses karantina bisa saja dimanfaatkan oknum tertentu. Tindakan tersebut masuk kategori pelanggaran sehingga harus ditangani penegak hukum.

Rekomendasi