Polisi mendalami kasus pemerasan yang dilakukan seorang pria dengan modus pura-pura pincang akibat tabrak lari di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Pelakunya, AF berhasil ditangkap di kawasan Depok, Jawa Barat.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Budi Sartono menjelaskan, AF mengaku baru pertama kali melakukan pemerasan. Kapolres menjelaskan siasat kaki pincang yang dilakukan AF.
Tersangka akan menunjukkan luka di kaki apabila sudah berhadap-hadapan dengan korban. Padahal itu bekas kecelakaan sudah lama. Berdasar keterangan, AF pernah mengalami kecelakaan ditabrak truk pada 2012.
"Itu luka lama. Jadi kakinya sempat ada bekas cacat memang diseset kulitnya sehingga ada bentuk cacat di kaki sehingga akan pincang jalannya. Itulah digunakan modus oleh tersangka," jelas Kapolres saat konferensi pers di Polres Metro Jaktim, Minggu (30/1).
Advertisement
Pantau Korban
Sebelum peristiwa pemerasan, AF berada di Traffic Light Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dia memantau kendaraan-kendaraan yang akan dijadikan korban.
Lalu tersangka mencari tumpangan sepeda motor saat sudah menemukan target. Dia membuntuti korbannya. Seperti yang terlihat dalam rekaman video viral di media sosial.
"Jadi tersangka benar-benar sendiri jadi dia sengaja nebeng motor orang yang pertama dia nebeng motor Mio. Nanti setop untuk bantu mengejar," kata dia.
Advertisement
Uang untuk Berobat
Budi menerangkan AF melakukan aksi pemerasan dengan modus pincang akibat tabrak lari karena sedang membutuhkan uang untuk biaya pengobatan. AF tengah menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Jakarta Timur akibat kecanduan narkoba. Budi mengatakan, AF sendiri mengaku sebagai mantan pengguna narkoba jenis heroin.
"Yang bersangkutan sedang melaksanakan terapi terapi metadon karena beliau yang bersangkutan adalah pernah pengguna aktif heroin dan melakukan terapi tapi memang membutuhkan obat," jelas dia.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com