Atak (30), warga Juking Hara, Kelurahan Jambu, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng), nekat memanjat tower telepon seluler dan berdiri di puncak pada ketinggian 44 meter tanpa pengaman.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (25/1) sekitar pukul 15.45 WIB. lelaki berbaju hitam dan bercelana krem tersebut merupakan penderita tuna wicara atau bisu.
Aksi nekatnya tersebut membuat geger warga yang sedang berada di sekitar lokasi, baik yang melintasi Jalan Sengaji Hulu maupun di Panglima Batur Muara Teweh.
Banyak warga yang mendatangi lokasi menyaksikan hal tersebut, hingga mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas.
Polisi bersama petugas BPBD dan pegawai kecamatan, keluarga dan teman-teman pria tersebut pun membujuknya agar Atak mau turun.
Sekitar pukul 16.30 WIB, Atak bersedia turun, setelah dibujuk oleh rekannya bernama Noval yang datang ke lokasi serta bersedia naik menara untuk mendatanginya dengan diikuti Camat Teweh Tengah Jati Prayogo dan anggota BPBD.
Kapolres Barito Utara AKP Gede Pasek yang saat itu berada ke TKP mengucapkan terima kasih kepada Noval, yang telah bersedia membantu dengan membujuk temannya Atak, sehingga ia bersedia turun.
Aksi Atak ini sangat berbahaya dan tidak patut untuk di contoh oleh warga lainnya.
"Kita dari Kepolisian mengucapkan terima kasih kepada saudara Noval," kata Gede Pasek, Rabu (26/1). Dikutip dari Antara.