Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menerima suntikan vaksin booster di hari pertama program itu, Rabu (12/1). Dia disuntik vaksin jenis Pfizer.
Benyamin mengaku lebih percaya diri dalam beraktivitas setelah mendapatkan dosis ketiga. "Saya merasa yakin menambah keyakinan mudah-mudahan tidak ada KIPI (kejadian ikutan pascaimunisasi). Saya merasa yakin bahwa saya dengan aktvitas saya, vaksinasi lengkap dengan booster ini saya bisa dilengkapi dengan prokes. Bisa menyangkal penularan corona dan khususnya Omicron," ungkap Benyamin setelah menerima suntikan vaksin booster di RSUD Tangsel, Kecamatan Pamulang.
Menurutnya, berdasarkan data penerima dosis vaksin kedua, jumlah lansia yang akan menerima dosis booster di Tangsel sebanyak kurang lebih 100 ribu jiwa.
"Dikalkulasi kurang lebih 100 ribu orang se-Tangsel. Ditambah lagi kalangan remaja dan anak-anak," katanya.
Benyamin menerangkan, pada tahap awal pemberian vaksin booster ini akan diberikan di fasilitas kesehatan milik pemerintah seperti di RSU dan puskesmas.
"Saya berharap dengan kick off ini pelayanan vaksinasi dilaksanakan di fasilitas kesehatan milik pemerintah, RSU Pamulang kemudian puskesmas. Insyaallah juga RSU Serpong Utara dan Pondok Aren kita siapkan untuk prlayanan vaksin booster," jelas dia.
Advertisement
Pemberian vaksin booster Covid-19 di Tangsel hanya dilaksanakan pada fasilitas kesehatan milik pemerintah seperti rumah sakit umum dan puskesmas. Pemberian dosis ketiga ini juga dipersyaratkan bagi penerima dosis lengkap setelah 6 bulan dari dosis kedua.
"Vaksinasi booster di Tangsel selanjutnya akan berlanjut terus mulai besok. Kita akan fokus dalam hal ini di faskes pemerintah RSU dan puskesmas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Alin Hendarlin.
Pada tahap awal, pemberian vaksin booster difokuskan bagi kelompok lanjut usia (lansia) meski dosis tersebut, juga bisa diberikan kepada anak usia 18 tahun ke atas.
"Untuk booster bisa dilakukan untuk usia 18 ke atas, dengan jarak pemberian dari vaksin lengkap itu 6 bulan. Tapi pada saat ini kita prioritas lansia dan mempunyai risiko untuk imun," jelas dia.