3 Hari Terombang-ambing, 2 Nelayan Pangkep Ditemukan Selamat di Perairan Selayar

Dua nelayan asal Kabupaten Pangkep terombang-ambing di laut selama tiga hari akibat perahu mereka mengalami mati mesin. Keduanya terbawa gelombang dari perairan Makassar hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
3 Hari Terombang-ambing, 2 Nelayan Pangkep Ditemukan Selamat di Perairan Selayar
Tim penyelamat dari Pos SAR Selayar mengevakuasi 2 nelayan yang terombang-ambing tiga hari di laut. ©2022 Merdeka.com/HO-Basarnas Sulsel

Dua nelayan asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terombang-ambing di laut selama tiga hari akibat perahu mereka mengalami mati mesin. Keduanya terbawa gelombang dari perairan Makassar hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar.

"Kita berhasil menemukan 2 nelayan di sekitar perairan Selayar dan dievakuasi ke Pelabuhan Benteng Selayar dalam keadaan selamat," ujar Kepala Basarnas Sulsel Djunaedi melalui pesan WhatsApp, Selasa (11/1).

Dia mengatakan, dua nelayan yang diselamatkan yakni Wasanta dan Bahadur. Keduanya merupakan warga Kabupaten Pangkep. Keduanya dievakuasi personel Pos SAR Selayar di sekitar perairan Selayar, 21 nautical mil arah barat-barat laut dari Pelabuhan Benteng Selayar, Senin (10/1) malam.

Telepon Keluarga Setelah Dapat Sinyal

Dua nelayan itu diketahui berangkat melaut ke perairan Makassar pada Jumat (7/1). Namun, kapal mengalami mati mesin dan terbawa arus hingga perairan Selayar. "Setelah 3 hari terombang-ambing, korban mendapatkan jaringan telepon dan berhasil menghubungi keluarga. Selanjutnya keluarga menyampaikan posisi kapalnya berada di perairan Selayar," tuturnya.

Mendapatkan laporan itu, Basarnas Sulsel mengerahkan RIB Pos Sar Selayar untuk mencari korban. Setelah beberapa saat pencarian, kapal nelayan itu akhirnya ditemukan dan dievakuasi menuju Pelabuhan Benteng Selayar.

"Kami imbau agar nelayan yang akan keluar melaut melengkapi diri dengan alat komunikasi, sehingga jika mengalami kendala bisa langsung melaporkan kepada Basarnas," imbaunya.

Rekomendasi