Peleburan LBM Eijkman ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menjadi sorotan. Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo menilai wajar publik pro kontra terhadap kebijakan tersebut.
Sartono menyebut ada dua masalah utama dalam kebijakan peleburan lembaga. Yaitu masalah sumber daya manusia dan persoalan quality control.
Menurutnya, ada kesan menyingkirkan para peneliti dan ilmuwan kompeten yang harus dijawab BRIN. Apalagi masih teringat memori publik terhadap tes wawasan kebangsaan (TWK) di KPK yang menyingkirkan sejumlah penyidik senior.
"Kesan menyingkirkan para peneliti dan ilmuwan yang kompeten ini harus dijawab dengan baik oleh pihak BRIN," ujar Sartono dalam keterangannya, Senin (3/1).