Satgas Covid-19 Minta Pemprov Kepri Tambah Tempat Karantina PPLN

Fajar meminta Pemerintah Provinsi Kepri segera mengaktifkan asrama haji sebagai tempat karantina pelaku perjalanan luar negeri. Tempat karantina yang tersedia di Kepri saat ini nyaris penuh.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Satgas Covid-19 Minta Pemprov Kepri Tambah Tempat Karantina PPLN
Jadwal penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. ©2019 Merdeka.com

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mendorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meningkatkan antisipasi lonjakan kasus Covid-19 dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Sebab, Batam Kepri merupakan salah satu pintu masuk pelaku perjalanan luar negeri.

“Ini perlu kita antisipasi. Terlebih ada varian Omicron dari luar negeri,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Fajar Setyawan di Batam, Kamis (30/12).

Fajar meminta Pemerintah Provinsi Kepri segera mengaktifkan asrama haji sebagai tempat karantina pelaku perjalanan luar negeri. Tempat karantina yang tersedia di Kepri saat ini nyaris penuh.

Pemerintah Provinsi Kepri telah menyediakan empat lokasi karantina pelaku perjalanan luar negeri, yakni Rusun BP Batam dengan keterpakaian mencapai 96,34 persen. Kemudian Rusun Pemko Batam mencapai 100 persen, Rusun Putra Jaya 100 persen, dan Shelter P4TKI juga mencapai 100 persen.

Adapun tempat karantina yang disediakan bersama Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meliputi Hotel Swissbell, Hotel Asialink, Hotel Pasific, Hotel Aston Inn Gideon dan Hotel Travelodge dengan total keterpakaian tempat tidur mencapai 32 persen.

Fajar juga meminta Pemerintah Provinsi Kepri berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia untuk memastikan bahwa para Pekerja Migran Indonesia (PMI) sudah dites Covid-19 sebelum kembali ke Tanah Air. Jika PMI terdeteksi Covid-19, maka tidak boleh diizinkan kembali ke Indonesia hingga hasil tes menunjukkan sembuh atau negatif Covid-19.

“Jangan sampai lolos dan masuk. Pastikan betul-betul negatif sebelum masuk,” tegasnya.

Fajar mengingatkan Pemerintah Provinsi Kepri harus selalu memastikan pelaku perjalanan luar negeri menjalani tes saat masuk dan keluar dari tempat karantina menggunakan tes PCR dengan reagen SGTG (S-gene Target Failure). Upaya ini untuk mendeteksi vairan Omicron.

Pemerintah Provinsi Kepri juga harus memastikan seluruh pelaku perjalanan luar negeri menjalani karantina baik di fasilitas yang disediakan pemerintah maupun hotel sesuai Surat Edaran (SE) Satgas Nomor 26 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menambahkan, data Desember 2021 ditemukan 353 pelaku perjalanan luar negeri positif Covid-19. Jumlah tersebut naik dua kali lipat dibanding November.

“Angka ini naik dua kali lipat lebih dari 168 kasus pada November. Sebagian besar positif saat tes kedua. Ini menunjukkan, karantina 10 hari lebih efektif untuk melakukan penyaringan, sehingga penularan lebih luas bisa dicegah,” katanya.

Menurut Wiku, berdasarkan hasil whole genome squencing (WGS), belum ditemukan kasus Omicron pada pelaku perjalanan luar negeri yang masuk melalui Batam. Karena itu, dia mendorong prioritas mitigasi transmisi saat ini ialah memperketat penjagaan perbatasan jalur laut.

“Selain itu, penambahan tempat tidur karantina juga menjadi prioritas pemerintah saat ini demi mengantisipasi peningkatan kedatangan di periode Natal dan Tahun Baru,” tandas Wiku.

Rekomendasi