Banjir besar yang melanda Selangor, Malaysia turut dirasakan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tinggal di wilayah itu. Meski ikut menjadi korban, para pekerja migran berpartisipasi dalam meringankan beban para korban banjir dengan memberi makanan siap saji dan membantu kebutuhan lainnya.
Ketua DPP Bidang Migran Partai NasDem Yulisa Baramuli, mengapresiasi tindakan kemanusiaan yang dilakukan para PMI. "Untuk kemanusiaan kita tidak boleh dibatasi oleh sekat negara, tolong menolong merupakan wujud kemanusiaan paling dasar kehidupan bersama," kata Yulisa dalam keterangannya, Minggu (26/12).
"Kerja sama ini akan semakin mengeratkan PMI dengan penduduk Malaysia, ini tentu akan berdampak positif pada kehidupan PMI di Malaysia. Saya juga berharap BP2MI aktif dalam melakukan monitoring hal semacam ini," Kata Yulisa
Sementara, Tengku Adnan yang merupakan ketua NasDem perwakilan Malaysia yang ikut turun langsung dalam proses tanggap darurat terhadap korban banjir di Malaysia.
"Tolong menolong sangat penting dalam kehidupan para pekerja migran di Malaysia. Dengan begitu secara sosial tidak akan ada batasan antara warga negara asing dan warga negara setempat. Karena semua bencana dihadapi secara bersama," kata dia.
Diketahui, aksi para PMI di Malaysia menjadi sorotan dan apresiasi termasuk dari warga Malaysia sendiri. Seperti yang disampaikan oleh satu wanita berkerudung kepada menteri Noh Omar dalam video yang viral di Malaysia, bahwa ada tiga warga Indonesia mendayung sampan untuk menyelamatkan anak salah seorang penduduk.