Founder Perhimpunan Kebayaku, Nunun Daradjatun memanfaatkan momentum Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember untuk mengajak para wanita untuk mencintai Kebaya. Menurut Nunun, kebaya merupakan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan.
"Harapan kami adalah mengajak kaum perempuan Indonesia bersama mencintai kebaya sebagai warisan nenek moyang kita, dan jangan ragu untuk mengenakannya dalam keseharian. Apalagi saat berkebaya, perempuan Indonesia semakin menawan dan cantik," ujar Nunun di Jakarta, Jumat (24/12).
Bukan hanya itu saja, Nunun pun mengutarakan, Perhimpunan Kebayaku berencana akan menduniakan kebaya. Sehingga dunia internasional mengetahui, bila kebaya berasal dari Indonesia dan sangat cantik bila dikenakan oleh berbagai wanita di dunia.
"Langkah awal, kami akan membuat buku majalah dan akan disebarkan di Unesco. Kebetulan istri dari Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat juga masuk dalam buku majalah ini, jadi nanti bisa langsung dikenalkan di Amerika," tutur Nunun.
Sementara itu, fashion designer Musa Widyatmodjo menjelaskan fashion kebaya dari berbagai daerah di Indonesia. Desainer yang sempat mengenyam pendidikan fashion di Amerika selama 5 tahun itu, sudah aktif di dunia fashion sudah lebih dari 30 tahun.
"Kebaya itu banyak macamnya, ada yang modern, klasik, tradisional, saya pelajari semua. Dari berbagai daerah pun punya ciri khas dan makna berbeda, ada dari Sunda, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra Barat, dan lain sebagainya," jelas Musa.
Makanya, Musa tidak hanya bercerita tentang ragam kebaya dan perjalanannya, tetapi juga tentang apa saja yang mencirikan sehelai kebaya serta apa yang diperbolehkan dan tidak boleh dalam berkebaya. Jika sudah tahu, maka saat berkebaya di masa mendatang, bisa paham cara memilih dan mengenakan kebaya yang sesuai dengan pakemnya.
"Dan tentu harapannya, saat nantinya kita mewariskan kebaya kepada generasi mendatang, kita tetap mampu mewariskan yang sesuai pakem, jangan sampai kebaya kita obrak-abrik lalu kita wariskan dan memberi PR pada generasi penerus untuk membenahinya," jelas dia.
Perhimpunan Kebayaku pun terus gencar mengkampanyekan untuk melestarikan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia. Terutama kepada generasi milenial, sehingga mereka bisa secara nyaman, percaya diri dan bangga mengenakan kebaya di berbagai acara.