DPR Soal Kurikulum Baru SMA Hapus Jurusan IPA & IPS: Perlu Kajian Matang

Politikus Demokrat ini mengingatkan Kemendikbudristek untuk melakukan perencanaan dan kaji yang matang. Apalagi perubahan kurikulum tidak hanya akan selesai dalam waktu satu atau dua tahun.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
DPR Soal Kurikulum Baru SMA Hapus Jurusan IPA & IPS: Perlu Kajian Matang
Uji coba pembelajaran tatap muka di Tangerang. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf mendukung rencana penerapan kurikulum prototipe bagi siswa SMA. Kurikulum baru ini menghapus jurusan di SMA.

"Sementara kita mendukung rencana membuka jurusan," ujar Dede kepada wartawan, Kamis (23/12).

Dede mengatakan, pada kenyataannya banyak anak yang pindah jurusan ketika kuliah, sehingga siswa itu harus belajar dari awal lagi.

"Karena pada kenyataannya juga banyak anak yang pindah jurusan dari IPS ke IPS misalnya, ketika masuk kuliah dan dia harus mengulang lagi dari awal," ujarnya.

Namun, politikus Demokrat ini mengingatkan Kemendikbudristek untuk melakukan perencanaan dan kaji yang matang. Apalagi perubahan kurikulum tidak hanya akan selesai dalam waktu satu atau dua tahun.

"Hanya perlu perencanaan dan kajian akademik yang matang soal ini. Karena untuk merubah tidak bisa dilakukan dalam setahun dua tahun saja," ujar Dede.

Sebelumnya, Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo menjelaskan pelajar kelas 11 dan 12 boleh memilih sendiri mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya. Sehingga nantinya jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa akan ditiadakan pada kurikulum 2022.

"Alih-alih dikotakkan ke dalam jurusan IPA, IPS dan Bahasa, siswa kelas 11 dan 12 akan boleh meramu sendiri kombinasi mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya," kata Anindito kepada wartawan, Rabu (21/12).

Dia mengatakan kurikulum prototipe tersebut dirancang agar para pelajar lebih banyak diberikan ruang bagi pengembangan karakter dan kompetensi. Nantinya kata dia khusus di jenjang sekolah menengah atas (SMA) akan memberi kesempatan pada siswa untuk menekuni minatnya secara lebih fleksibel.

Anindito mencontohkan seperti siswi yang ingin jadi insinyur boleh mengambil matematika lanjutan dan fisika lanjutan tanpa mengambil biologi. Dia mengatakan mereka juga boleh mengkombinasikan itu dengan mata pelajaran IPS, bahasa, serta kecakapan hidup yang sejalan dengan minat dan rencana karir mereka.

Walaupun begitu kurikulum baru pada tahun 2022 bersifatnya opsional. Dia menuturkan kurikulum tersebut akan diterapkan di satuan-satuan pendidikan.

"Kurikulum prototipe pada tahun 2022 sifatnya opsional. Kurikulum prototipe hanya akan diterapkan di satuan pendidikan yang berminat untuk menggunakannya sebagai alat untuk melakukan transformasi pembelajaran," pungkasnya.

Rekomendasi