Cara Kemenkominfo-Kemendikbudristek Ciptakan Pembelajaran Menyenangkan di Pelosok RI

"Kami berharap teknologi yang diadopsi dapat berimbas dan diadopsi dengan cepat kepada sekolah-sekolah di sekitar kawasan tersebut," tambah dia.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Cara Kemenkominfo-Kemendikbudristek Ciptakan Pembelajaran Menyenangkan di Pelosok RI
Direktur Ekonomi Digital Kemenkominfo RI, I Nyoman Adhiarna. ©2021 Merdeka.com/Istimewa

Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melakukan kegiatan adopsi teknologi digital di sektor pendidikan. Hal itu dilaksanakan untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan di seluruh pelosok Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Direktur Ekonomi Digital Kemenkominfo RI, I Nyoman Adhiarna dalam paparannya menyatakan Kemenkominfo telah melakukan adopsi teknologi digital untuk 6 sektor strategis termasuk sektor pendidikan.

"Kami telah melaksanakan adopsi teknologi digital sektor pendidikan di 10 kawasan dari jenjang SD, SMP, SMA dan jumlah ini akan terus kami tingkatkan tentunya," ujar I Nyoman Adhiarna di Jakarta, Senin (20/12).

"Kami berharap teknologi yang diadopsi dapat berimbas dan diadopsi dengan cepat kepada sekolah-sekolah di sekitar kawasan tersebut," tambah dia.

Sementara Dr. Yaswardi, M.Si. selaku Direktur GTK Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 memang telah memaksa dunia pendidikan untuk bisa sesegera mungkin melakukan transformasi digital. Begitu pun dengan guru dan murid dituntut untuk bisa cepat beradaptasi dengan sistem belajar dan mengajar yang baru.

"Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan secara daring maupun secara blended learning. Peningkatan kompetensi bagi guru dapat dilakukan melalui bimtek maupun secara blended learning, guru belajar dan berbagi pelatihan/Bimtek yang dilakukan secara full daring," paparnya.

Irfana Steviano dari Pusat Data dan Informasi Kemdikbudristek menyatakan, Rumah Belajar sudah bertransformasi dari 2003, dikenal dahulunya sebagai edukasi.net awalnya merupakan penguat atau enhancement pembelajaran di kelas.

"Kami menyediakan learning resources atau materials. Dari situ, kita bertransformasi menjadi platform nomor 1 di Indonesia yang digarap oleh pemerintah. Kami juga mendapatkan juara 3 dalam kategori influencer marketing dalam bidang pendidikan. Banyak sekali penghargaan diberikan kepada Rumah Belajar sebagai platform penyedia learning resources," ujar dia.

Menurut data dari Kemendikbudristek, hingga saat ini 1.062.342 pendidik dan tenaga kependidikan yang berasal dari 224.377 sekolah telah mengikuti pelatihan atau bimtek.

Rekomendasi