Dua Warga Garut Tewas usai Makan Dalam Ritual Gaib, Polisi Lakukan Penyelidikan

Namun beberapa saat setelah menyantap, dua orang warga Garut mengalami gejala keracunan dan sempat dibawa ke fasilitas kesehatan lalu kemudian meninggal dunia.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Dua Warga Garut Tewas usai Makan Dalam Ritual Gaib, Polisi Lakukan Penyelidikan
ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com

Dua warga Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia usai menyantap hidangan daging dalam ritual gaib penarikan uang di wilayah pantai selatan. Diduga keduanya mengalami gejala keracunan setelah memakan sajian daging domba.

Kapolsek Cikelet resor Garut, Iptu Solah Parwani mengatakan bahwa keduanya diketahui menjalani ritual gaib tersebut pada Rabu (15/12) di salah satu penginapan di kawasan pantai Santolo, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Keduanya diketahui menggelar ritual tersebut bersama rombongan dukun asal Tasikmalaya.

Saat menjalani ritual tersebut, dijelaskan Solah, para korban disajikan memakan sajian dari seorang dukun berupa dagang domba yang dimasak bersama-sama. Namun beberapa saat setelah menyantap, dua orang warga Garut mengalami gejala keracunan dan sempat dibawa ke fasilitas kesehatan lalu kemudian meninggal dunia.

"Korban dinyatakan meninggal pada Jumat (17/12). Hasil keterangan saksi, bahwa ada ritual penarikan harta dari seberang. Nah saat ritual itu sang dukun menyajikan makanan daging. Kita masih harus periksa sample makanannya dulu. Diduga ya keracunan, tapi kita harus periksa dulu sampel makanannya," jelasnya, Senin (20/12).

Untuk korban yang meninggal diketahui berinisial AS warga Kecamatan Tarogong Kaler dan NR warga Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. "Korban saat itu langsung dibawa ke rumah sakit sebelum diserahkan kepada pihak keluarga," katanya.

Solah mengungkapkan bahwa pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan pendalaman kejadian tersebut. Ia mengaku sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk warga yang ikut menyantap sajian daging domba yang disajikan sang dukun.

Berdasarkan keterangan saksi, korban bersama rombongan dukun diketahui tiba di penginapan pada Rabu (15/12). Dalam kegiatan ritual tersebut, mereka harus menyantap daging domba seberat 1,5 kilogram yang sudah dimasak sebagai bagian dari syarat yang harus dipenuhi.

Solah mengaku bahwa pihaknya sudah mengamankan sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara dan memasangi garis polisi tempat pelaksanaan ritual gaib. Saat ini ia mengaku masih menunggu hasil uji laboratorium daging domba yang disantap.

"Bila ada unsur lain dalam daging tersebut, maka tentunya kita akan lanjutkan proses hukumnya ke pidana," sebutnya.

Rekomendasi