Kali di Cikupa Tercemar Limbah Industri, DLHK Tangerang Periksa Sampel Air

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Tangerang memeriksa sampel air kali yang diduga tercemar limbah industri di Perumahan Bukit Tiara, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cikupa. Mereka masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Kali di Cikupa Tercemar Limbah Industri, DLHK Tangerang Periksa Sampel Air
Kali di Perumahan Bukit Tiara Tangerang yang diduga tercemar limbah industri. ©2021 Merdeka.com

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Tangerang memeriksa sampel air kali yang diduga tercemar limbah industri di Perumahan Bukit Tiara, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cikupa. Mereka masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium.

"Sudah dicek kemarin oleh tim DLHK didampingi kepala desa. Selanjutnya akan dilakukan uji di laboratorium. Hasilnya 14 hari kemudian," ucap Kepala DLHK Kabupaten Tangerang Taufik, Senin (20/12).

Dia mengakui, jajarannya belum dapat mengidentifikasi asal atau sumber pencemaran limbah yang diduga dibuang pelaku industri ke aliran kali itu. Mereka kesulitan karena panjangnya kali.

"Karakter kali atau saluran umumnya mengalir dan batasnya antara hulu dan hilirnya sangat panjang sampai ke laut atau muara, sehingga limbahnya kalau sudah ke kali atau saluran pasti sudah bercampur," jelas Taufik.

DLHK Susuri ke Wilayah Hulu

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Tangerang Sandi mengaku sudah turun langsung mengambil sampel air dari kali yang tercemar itu. "Sudah kita verifikasi lapangan kemarin, bersama Sekcam Cikupa berserta kades dan sudah kita ambil sampelya (air kali) juga. Kita akan melakukan pengecekan ke arah hulu saluran yang kemarin kita cek," ungkap dia.

Sebelumnya diberitakan, warga Perumahan Bukit Tiara, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan kondisi kali yang diduga tercemar limbah industri. Kali di kawasan itu berbau menyengat dan berwarna hitam.

Pencemaran itu dikhawatirkan membuat tanaman padi warga sekitar terganggu. Sebab aliran kali itu masih dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian setempat.

Rekomendasi