500 Tiket Rock In Solo Ludes Terjual, Gibran Akan Nonton Pakai Batik

Pagelaran musik "Apokaliptika: A Journey of Rock in Solo" akan digelar di Convention Hall Terminal Tirtonadi Solo Sabtu (18/12) besok malam. Pertunjukan musik cadas pertama pascapandemi itu mendapat sambutan luar biasa.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
500 Tiket Rock In Solo Ludes Terjual, Gibran Akan Nonton Pakai Batik
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Pagelaran musik "Apokaliptika: A Journey of Rock in Solo" akan digelar di Convention Hall Terminal Tirtonadi Solo Sabtu (18/12) besok malam. Pertunjukan musik cadas pertama pascapandemi itu mendapat sambutan luar biasa.

Sebanyak 500 tiket yang dijual secara online dan offline habis terjual. Karcis seharga Rp50.000 itu ludes hanya dalam hitungan jam seusai dibuka.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyambut baik digelarnya "Apokaliptika: A Journey Of Rock in Solo". Dia juga akan datang ke pagelaran musik itu dengan mengenakan batik.

"Besok datang, pakai batik. Tapi saya nutup tok. Untuk menampilkan logo Rock In Solo tahun 2022," ujar Gibran, Jumat (17/12).

Gibran menyampaikan, penggemar musik rock yang tidak kebagian tiket bisa menyaksikan Rock in Solo melalui tayangan live streaming di kanal Youtube Rock in Solo maupun melalui Gibran TV.

"Apokaliptika: A Journey of Rock in Solo untuk pemanasan sebelum digelarnya Rock in Solo yang sebenarnya tahun 2022," jelasnya.

Gabungkan Musik Metal dan Gamelan

Sementara itu pada konser besok, band metal Down For Life (DFL) akan berkolaborasi dengan musisi lintas genre. Salah satunya dengan komposer musik gamelan Gondrong Gunarto.

"Ini tawaran menarik dan menantang, saya belum pernah menggabungkan gamelan dengan musik metal. Saya pernah kerja sama dengan teater di Jepang dengan iringan gamelan. Tapi kalau dengan musik metal baru kali ini," ucapnya.

Gondrong mengaku ingin membuktikan jika musik gamelan tidak hanya menjadi centolan saja tetapi bisa berkolaborasi. Dua genre musik dan dua media yang berbeda bisa bekerja sama.

"Memang awalnya agak bising juga, karena tidak terbiasa. Tetapi setelah proses 8 hari saya yakin, ternyata asyik juga," bebernya.

Ia menjelaskan, aransemen musik yang dibawakan akan menggabungkan musik metal DFL dengan instrumen gamelan sekaten, gamelan Jawa dan Banyuwangi.

Libatkan Pelaku UMKM

Vokalis DFL Stephanus Adjie mengemukakan kolaborasi antara musik rock dan gamelan itu akan membuat karyanya menjadi sedikit berbeda, tetapi tetap tidak akan menghilangkan roh dari musik rock.

"Down For Life akan berkolaborasi dengan musisi dan seniman Solo selama 90 menit pertunjukan," jelasnya.

Seniman yang terlibat di antaranya musisi keroncong Endah Laras, komedian Doel dari Pecas Ndahe, sinden Whawin Laura, serta musisi lainnya.

Selain berkolaborasi dengan musisi lokal, pagelaran musik menuju Rock in Solo 2022 itu juga mengajak kolaborasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), seperti Sekutu Company, yang merupakan usaha di bidang coffee shop.

Rekomendasi