Ketua AMSI Soroti Kondisi Ekosistem Media Diseret ke Arah 'Konten Receh

Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wenseslaus Manggut berbicara pentingnya data bagi media. Wens mendorong ekosistem di media kembali ke jalur jurnalisme yang berkualitas.

Muhammad Genantan Saputra
Ketua AMSI Soroti Kondisi Ekosistem Media Diseret ke Arah 'Konten Receh
11 Media Siber Deklarasi AMSI Wilayah Kepri. ©2021 Merdeka.com

Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wenseslaus Manggut berbicara pentingnya data bagi media. Wens mendorong ekosistem di media kembali ke jalur jurnalisme yang berkualitas.

"Apakah data itu penting buat media? penting sekali, karena sebetulnya kalau lihat arah ekosistem medianya, memang sedang bergerak atau dalam bahasa lain mungkin sedang ditarik ulang ke jalan jurnalisme yang berkualitas," ujarnya dalam diskusi 'Open Data KPU untuk Ekosistem Civictech Pemilu 2024 yang Demokratis' di Jakarta, Rabu (8/12).

Chief Content Officer KLY ini berujar, saat ini ekosistem di media berada di jalur yang tidak tepat. Di mana jurnalisme yang 'receh' jauh lebih menguntungkan.

"Sekarang itu sebagaimana sudah pada paham ekosistemnya benar-benar diseret ke arah yang receh, karena receh itu jauh lebih menguntungkan ketimbang berkualitas," ungkapnya.

"Receh itu jauh lebih lebih cepat dapat duitnya ketimbang model yang berkualitas di media kita hari ini, ini ekosistem yang betul betul memaksa media berpikir keras terutama orang orang seperti kita yang berpikir data itu menjadi penting," sambungnya.

Menurutnya, dalam ekosistem saat ini jurnalisme data menjadi tidak menguntungkan. Sebab, upaya untuk memproduksi konten berbasis data berkali lipat ketimbang membuat konten ringan.

Tetapi, lanjut Wens, ada upaya besar menarik ulang media ke dalam tujuan utamanya yaitu melayani publik dengan konten berkualitas. Upaya itu sudah sukses di beberapa negara seperti Australia dan Prancis.

"Indonesia sedang berupaya ke situ, berupaya supaya konten berkualitas lebih dapat insentif dari ekosistem digital ini, karena sedang diarahkan ke situ, maka sekarang hampir semua media sekarang terutama yang besar besar itu fokus juga ke sini, soal data, karena berkualitas bisa dianggap sebagai jurnalisme data," pungkasnya.

Rekomendasi