DPR Minta Kementerian Satu Koordinasi Antisipasi Lonjakan Covid-19 usai Tahun Baru

Anggota DPR ini berpesan kepada Kementerian Kesehatan kesehatan menyiapkan langkah mitigasi sebaik-baiknya.

Muhammad Genantan Saputra
DPR Minta Kementerian Satu Koordinasi Antisipasi Lonjakan Covid-19 usai Tahun Baru
Kerabat Pasien Corona Depok. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Anggota Komisi IX DPR Nabiel Haroen mendorong seluruh kementerian dan lembaga satu koordinasi untuk mengantisipasi gelombang tiga pada masa Nataru. Dia meminta para pemangku kepentingan menurunkan ego sektoral.

"Ini harus betul-betul bisa menurunkan atau bahkan kalau menghilangkan agak sulit ya, menurunkan ego sektoralnya masing-masing, untuk melakukan langkah-langkah kerja kerja yang sifatnya mitigasi," katanya dalam diskusi 'Antisipasi Varian Omicron Jelang Nataru 2021' di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11).

Menurut politisi PDIP ini, koordinasi antar steakholder penting diperkuat. Kata dia, aturan, surat edaran maupun instruksi yang sudah dibuat pemerintah bisa berjalan seirama. Hal ini guna mencegah kebingungan di masyarakat bawah.

"Kalau kita lihat surat edaran banyak sekali dari Mendagri lah dari Menkes lah dari ini, itu. Nah ini saya kira bagaimana bisa secara bersama-sama para stakeholders ini kemudian membuat kerja yang menarik, membuat edaran atau intruksi atau apapun itu, yang bisa betul-betul seragam, seirama," tutur.

"Jadi jangan sampai menteri A bilang apa, menteri B bilang apa, maka yang bingung masyarakat, kalau menterinya mungkin tidak bingung tetapi masyarakat yang bingung. Masyarakat di level paling bawah ini akhirnya ketika melihat edaran, ini bunyi apa, jadi konyol," ujarnya.

Lebih lanjut, dia berpesan kepada Kementerian Kesehatan kesehatan menyiapkan langkah mitigasi sebaik-baiknya. Menurutnya, pemerintah sudah belajar pengalaman pandemi Covid-19 cukup lama.

"Indonesia sudah cukup luar biasa, bisa melalui covid-19 ini. Saya kira belajar dari kasus yang sudah-sudah maka bagaimana sistem kesehatan ini diperkuat, rumah sakit disiapkan, tempat isolasi disiapkan, oksigen juga harus diperhitungkan. Jangan sampai ada kekosongan, kemudian obat-obatan dan lain-lain," pungkasnya.

Rekomendasi