Penyandang Disabilitas di Jember Ikuti Turnamen Bola Voli Duduk

Turnamen voli duduk digelar komunitas difabel Kabupaten Jember, Jawa Timur dalam rangka menyambut Hari Disabilitas Internasional. Sebagian besar di antara mereka adalah difabel daksa terutama di kaki.

Muhammad Permana
Oleh Muhammad Permana - Reporter
Penyandang Disabilitas di Jember Ikuti Turnamen Bola Voli Duduk
Penyandang disabilitas di Jember gelar lomba voli duduk. ©2021 Merdeka.com

Turnamen voli duduk digelar komunitas difabel Kabupaten Jember, Jawa Timur dalam rangka menyambut Hari Disabilitas Internasional. Sebagian besar di antara mereka adalah difabel daksa terutama di kaki.

"Kami ingin membawa pesan tentang inklusi dari kalangan difabel," ujar panitia penyelenggara dari Persatuan Penyandang Cacat (Perpenca) Jember Muhammad Budi kepada wartawan, Jumat (26/11).

Turnamen yang digelar di lapangan Universitas PGRI Argopuro (Unipar) Jember kampus Kaliurang ini disambut antusias oleh kalangan difabel terutama daksa di Jember.

"Total di Jember sekarang ini ada tiga tim putri difabel dan enam tim putra difabel. Memang masih baru kita," lanjut Budi.

Pada dasarnya aturan permainan voli duduk ini sama dengan aturan olahraga bola voli pada umumnya. "Hanya berbeda pada cara bermain, yakni dengan duduk. Kalau aturannya sama semua," jelas Budi.

Geliat olahraga difabel baru tumbuh di Jember selama beberapa tahun terakhir. Selama ini tumbuh kembang secara mandiri. "Kita juga tidak tahu kalau mau mengajukan bantuan ke pemerintah itu jalurnya lewat dan seperti apa. Jadi kita sementara ini hanya berlatih biasa dengan mengajak sesama difabel di Jember," papar Budi.

Meski secara swadaya, para atlet difabel ini mengaku cukup semangat. Mereka bahkan juga sudah beberapa kali menggelar pertandingan persahabatan dengan tim paralimpic dari daerah lain. "Kita optimistis menang. Tapi sejauh ini baru di daerah yang dekat-dekat saja. Kalau yang level regional apalagi nasional, belum sanggup," jelas Budi.

Tidak hanya bola voli, menjelang Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember 2021 mendatang, komunitas difabel di Jember juga akan menggelar pertandingan sepak bola difabel. "Sama seperti sepak bola pada umumnya, tetapi mereka semuanya menggunakan kruk. Menyenggol kruk itu adalah pelanggaran yang hukumannya sama seperti handsball kalau di sepak bola konvensional," pungkas Budi.

Rekomendasi