Anggota DPR Arteria Dahlan memaafkan Anggiat Pasaribu atas keributan di Bandara Soekarno-Hatta. Dia mengaku telah mengambil hikmah atas kejadian tersebut.
Sebagai anggota dewan, dia menganggap sikap Anggiat seperti kritik dan pengingat untuk terus mengayomi rakyat.
"Saya ini anggota DPR harus mengayomi semua rakyat dari semua kelakuan dan perilakunya. Jadi kalau ada yang sepeti Rindu itu potret rakyat, kita juga yang harus kita perbaiki," kata Arteria di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (25/11).
Untuk itu, Arteria menjadikan masalah ini sebagai bagian untuk mengoreksi diri. "Ini kan saling mengoreksi dengan niatan tulus untuk perbaikan dan dilakukan dengan penuh kesabaran. Enggak akan terjadi kalau kita seperti ini," ujar dia.
Sejak awal kasus mencuat, politisi PDIP ini mengaku tidak membawa statusnya sebagai anggota Komisi III DPR atau PDIP. Begitu pula ketika melaporkan masalah ini ke DPR, Arteria juga meminta stafnya datang ke polisi.
"Jadi memang dari awal tidak melibatkan institusi DPR di kepolisian pun laporan polisinya tidak ada melibatkan nama saya. Pelapornya itu adalah staf saya. Jadi enggak ada kaitannya dengan DPR," tegas dia.
Arteria menyatakan mengikuti ajaran Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menghormati semua lembaga negara. Oleh karena itu, lanjut dia, masalah pribadi ini diselesaikan sendiri.
"Saya diajarkan sama ibu Ketum bagaimana menghormati lembaga yang ada I dan RI-nya. TNI ada I-nya, Polri ada I-nya, NKRI ada I-nya, pastinya semua itu ada penghormatan," tutup Arteria.
Advertisement
Anggiat Pasaribu menyampaikan permohonan maaf kepada Anggota DPR Arteria Dahlan dan Ibundanya di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis (25/11). Anggiat lebih dulu menyalami Arteria sambil meminta maaf atas keributan yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta.
Anggita datang ditemani Kuasa hukum Anggiat, Clanse Pakpahan bersama dua kerabatnya. Anggiat nampak selalu menunduk dan terus menggengam tangan salah satu kerabatnya.
"Mohon maaf," kata Anggiat dengan berkaca-kaca.
Tangis Anggiat pecah ketika bersimpuh meminta maaf kepada Ibunda Arteria. Rindu, begitu sapaannya mengaku khilaf dan bersalah atas perbuatannya.
"Saya mohon maaf sekali," kata Anggiat.
“Rindu terima kasih Abang Arteria, ibu susah mau terima rindu. Rindu khilaf, Rindu salah banget enggak ada pembenaran atas perbuatan itu,” katanya.
Ibunda Arteria menyatakan juga telah memaafkan Rindu. "Sejak awal kami sudah memaafkan cuma kami heran kok masih dilaporkan,” katanya.
"Sudahlah Rindu, Ibu sudah memaafkan,” tambah Ibunda Arteria