Korban Bangunan Sekolah Ambruk Dibolehkan Pulang usai Dirawat di Puskesmas

Peristiwa atap ruangan seni SMP 1 Cibeber, Desa Cikotok, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, ambruk bermula saat para pelajar meminta izin kepada guru untuk menggunakan ruangan laboratorium untuk latihan seni, yang akan ditampilkan saat menyambut hari guru nasional.

Dwi Prasetya
Oleh Dwi Prasetya - Reporter
Korban Bangunan Sekolah Ambruk Dibolehkan Pulang usai Dirawat di Puskesmas
Atap bangunan sekolahan di Lebak ambruk. Istimewa

Peristiwa atap ruangan seni SMP 1 Cibeber, Desa Cikotok, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, ambruk bermula saat para pelajar meminta izin kepada guru untuk menggunakan ruangan laboratorium untuk latihan seni, yang akan ditampilkan saat menyambut hari guru nasional.

Sebanyak delapan pelajar tertimpa. Mereka sempat dievakuasi ke Puskesmas Cibeber. Karena luka yang tidak terlalu parah, para korban sudah diperbolehkan pulang.

"Rata-rata luka lecet sekitar kaki tangan dan punggung," kata Kepala Puskesmas Kecamatan Cibeber, dokter Wiwin Widihartini kepada wartawan, Selasa (23/11).

Banguan tersebut sudah tua. Saat kejadian cuaca di sana sedang hujan lebat. Saat siswa melakukan latihan, sekitar pukul 13.15 WIB atap bangunan ambruk dan menimpa para siswa.

Para korban adalah Andini (perempuan), Eljar (laki-laki), Panioktaviani (perempuan), Hanivah (perempuan), Eka (laki-laki), Naila sallsa (perempuan), Ivanazila (perempuan) dan Farel (laki-Laki).

Usai kejadian, anggota Polsek Cibeber, Babinsa Desa Cikotok dan BPBD membersihkan puing puing bangunan.

Rekomendasi