Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Tangerang, semakin mengkhawatirkan. Warga diminta menjaga pola hidup bersih dan menutup seluruh tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menyebutkan, wilayah kecamatan seperti Curug, Panongan, Pasarkemis dan Legok, menjadi wilayah dengan penyebaran virus DBD tertinggi di paruh tahun 2021 ini. Catatan Dinas Kesehatan terjadi kenaikan kasus DBD selama bulan Oktober.
"Naik 82 orang dalam sebulan, sebelumnya kan 268 orang sekarang jadi 350," kata Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi dikonfirmasi, Rabu (17/11).
Meski begitu, Hendra mengklaim bahwa penambahan 82 pasien DBD di sepanjang bulan Oktober itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
"Alhamdulillah tidak ada laporan yang meninggal dunia," ujar dia.
Menurutnya, berdasarkan data yang dirangkum dari 29 wilayah kecamatan se-Kabupaten Tangerang, pasien DBD didominasi oleh usia anak-anak. Dengan wilayah penyebaran seperti Kecamatann Curug, Panongan, Pasarkemis dan Legok.
"Wilayah terbanyak itu ada wilayah Curug, Panongan, Pasarkemis dan Legok Sebagain besar anak-anak tapi ada juga dewasa. Anak anak lebih kurang 60 persen dari kasus tersebut," terang Hendra.
Untuk itu, dia mengajak seluruh warga Kabupaten Tangerang, untuk mengantisipasi dan melakukan upaya bersih - bersih rumah dan area lingkungan tempat tinggal agar tidak terkena DBD dengan 3M (menutup, menguras dan mengubur).
Selain itu, Hendra juga meminta kepada puskesmas hingga Rumah Sakit untuk menyiapkan sarana dan prasana dalam mengantisipasi penyakit DBD.
"Kita sudah menyebarkan surat kewaspadaan kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit kejadian luar biasa DBD ini. Jadi harus mempersiapkan ini sarana prasarana di rumah sakit," tandasnya.