Atasi Jalur Tikus, KSP Dorong Penguatan Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia di Kalbar

Tenaga Ahli Utama KSP Ade Irfan Pulungan menyayangkan marak eksploitasi sumber daya alam, perpindahan orang secara ilegal dan transaksi narkotika yang terjadi di jalur-jalur tikus perbatasan.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Atasi Jalur Tikus, KSP Dorong Penguatan Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia di Kalbar
Patok batas RI-Malaysia di Kalimantan. ©2019 Merdeka.com

Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong adanya penguatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas), terutama di sepanjang 976 km perbatasan darat Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat. Jalur tikus kerap dimanfaatkan untuk menyelundupkan pelbagai barang ilegal.

Tenaga Ahli Utama KSP Ade Irfan Pulungan menyayangkan marak eksploitasi sumber daya alam, perpindahan orang secara ilegal dan transaksi narkotika yang terjadi di jalur-jalur tikus perbatasan. Masalah ini menimbulkan kerugian negara yang sangat besar.

“KSP mendorong penguatan pengamanan di jalur ilegal untuk mencegah penyebaran COVID-19, serta tindak pidana lintas batas negara seperti TPPU, narkoba dan human trafficking. KSP akan membawa masalah ini dalam forum rapat koordinasi antar Kementerian/Lembaga terkait,” kata Irfan, Kamis (11/11).

Tim tenaga profesional KSP melakukan kunjungan ke Kalimantan Barat dalam rangka verifikasi lapangan terkait pemulihan ekonomi di kawasan perbatasan yang merupakan pintu masuk aliran devisa ke dalam negeri.

Dalam pertemuannya dengan tim KSP, Pangdam XII Tanjungpura Brigjen TNI Handoko Nurseta melaporkan bahwa setidaknya ditemukan 98 jalan tikus di sepanjang perbatasan darat Kalimantan Barat - Malaysia.

Menurut Handoko, sepanjang 400 km wilayah perbatasan yang beririsan dengan wilayah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), masih menjadi blank area yang tidak dijaga oleh satgas pamtas karena menjadi wilayah penjagaan polisi hutan.

Namun, ironisnya blank area ini marak dijadikan jalur untuk memasok kayu dari hutan Indonesia ke Malaysia secara ilegal karena jumlah personel dan fungsi polisi hutan masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penguatan satgas pamtas menjadi hal yang krusial untuk menjaga perbatasan.

“Oleh karenanya, sangat perlu bagi pemerintah untuk menambah satgas pamtas dari kesatuan TNI untuk mengamankan wilayah blank area tersebut,” pungkasnya.

Rekomendasi