Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kudus dr Ahmad Syaifuddin mengatakan tata kelola klinis sebagai upaya mengantisipasi potensi gelombang 3 Covid-19. Satu contoh tata kelola klinis yang dipertimbangkan IDI Kudus adalah switching jenis kebutuhan oksigen bagi pasien.
"Setelah dilakukan evaluasi ada beberapa alat kesehatan yang memang resources oksigennya itu sangat tinggi, sehingga ada beberapa yang diswitch," ucap Ahmad dalam webinar, Selasa (12/10).
Selain melakukan pergantian (switching) jenis oksigen kepada pasien, kapasitas oksigen sebagai stok untuk wilayah Kabupaten Kudus juga ditingkatkan.
Saat ini, sebut Ahmad, beberapa rumah sakit sudah mendapat penopang kebutuhan oksigen, khususnya oksigen likuid.
"Di rumah sakit juga saat ini kita mulai memback up liquid oxygen, karena kapasitas agak kurang sekarang sudah kita perbesar, sumber produksi dan produsennya. Jadi kalau kami menekankan tata kelola klinisnya," tandasnya.