Takut Ketahuan Selingkuh, Wanita Ini Buat Laporan Palsu Nyaris Diperkosa Driver Ojol

Seorang wanita berinisial N (23) terungkap membuat laporan palsu setelah penyelidikan kepolisian, yang mengaku hampir diperkosa oleh seorang driver Ojek Online (Ojol) di Kota Padang.

Ikhwan
Oleh Ikhwan - Reporter
Takut Ketahuan Selingkuh, Wanita Ini Buat Laporan Palsu Nyaris Diperkosa Driver Ojol
Ilustrasi kekerasan dalam hubungan. ©Shutterstock

Seorang wanita berinisial N (23) terungkap membuat laporan palsu setelah penyelidikan kepolisian, yang mengaku hampir diperkosa oleh seorang driver Ojek Online (Ojol) di Kota Padang.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda mengungkapkan, awalnya pelapor membuat laporan ke pihak kepolisian pada Senin (27/9) kemarin.

Adapun isi laporannya, ia nyaris jadi korban pelecehan seksual oleh seorang driver ojol. Namun dari penyelidikan terungkap jika pelapor memberikan keterangan palsu kepada pihak kepolisian.

Dia mengatakan, jika laporan palsu itu dibuat agar drama perselingkuhan pelapor dengan driver ojol itu tak diketahui oleh sang pacar.

"Setelah penyelidikan, pria yang awalnya dituduh melakukan percobaan perkosaan itu tidak benar. Mereka berdua itu justru sudah saling kenal via salah satu aplikasi kencan, dan diketahui bahwa wanita ini berbohong, agar pacarnya tidak tahu," kata Rico di Padang, Selasa (28/9).

Dia menjelaskan, hubungan antara N dengan driver ojol itu sudah berlangsung lama. Mereka pun mengaku telah pergi berdua, hingga makan bersama serta berbelanja pada salah pusat perbelanjaan di Kota Padang.

"Setelah 'ngedate' itu, si pria ini pergi ke rumah N (pelapor) untuk mengantarkan minuman untuk adiknya, dan dia hanya sebentar di rumah itu, bahkan wanita ini diantarkan kembali ke kosnya," kata Rico.

Dari hasil pemeriksaan juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda percobaan perkosaan atau pelecehan seksual terhadap pelapor.

"Dia (pelapor) membuat keterangan palsu itu, karena takut ketahuan oleh pacarnya. Dia pergi melapor pun dengan pacarnya," jelas Rico.

Sementara itu dalam laporan palsunya, pelapor mengaku hampir menjadi korban pemerkosaan saat hendak menuju ke Pasar Raya, Kota Padang, Senin (27/9) kemarin sekitar pukul 12.30 WIB.

Rekomendasi