Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP, TB Hasanuddin, menyebut calon Panglima TNI yang baru harus bisa mencegah keributan antara prajurit TNI dan Polri. Dia tak ingin kasus indisipliner terhadap prajurit terus berulang.
"Perkelahian, baik antar angkatan maupun juga antara TNI dengan Polisi, banyak kasus lah di mana-mana, terakhir itu kalau tidak salah penyerangan kepolisian, Polsek di Ciracas kemudian melibatkan banyak prajurit dan lain sebagainya," katanya dalam diskusi "Tantangan Besar Panglima TNI' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/9).
"Itu perkelahian yang harus dihindari dan ini harus menjadi fokus panglima ke depan, supaya kita berharap yang menekan, eliminasi sekecil mungkin, supaya kasus kasus indisipliner itu tidak terulang kembali," sambungnya.
Selain itu, calon Panglima TNI harus bisa mencegah prajurit agar tidak terlibat narkoba. Bahkan, kasus-kasus kejahatan lain seperti pemerkosaan.
"Kemudian terlibat dalam narkoba, mungkin bapak-bapak wartawan banyaklah kasus-kasus bahkan sampai kegiatan kejahatan lain, seperti perkosaan, kemudian pedofil, ini tidak boleh terjadi prajurit," ucapnya.
Lebih lanjut, calon Panglima TNI harus bisa meningkatkan kesejahteraan prajurit. Terutama mengenai jumlah asupan makanan jika ingin menuntut prajurit berlatih dengan bagus.
"Maka asupan itu paling tidak 3800 sampai 4.000 kalori perprajurit itu harus didapat, artinya dengan makanan yang bagus, sehingga uang lauk pauk harus ditingkatkan, dari sekarang misalnya 65.000 mungkin menjadi 100.000 per hari," tuturnya.
"Jadi kira-kira 3 juta perbulan untuk prajurit supaya mereka berlatih menjadi prajurit yang profesional dan baik," pungkas TB Hasanuddin.