TNI Sudah Kuasai Markas KNPB Pascapenyerangan Posramil di Maybrat

Ia menjelaskan, markas itu digunakan untuk melakukan rapat penyerangan yang disebutnya sudah direncanakan oleh para terduga pelaku.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
TNI Sudah Kuasai Markas KNPB Pascapenyerangan Posramil di Maybrat
Markas KNPB. ©2021 Merdeka.com

Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron mengatakan, pihaknya telah menguasai markas diduga milik Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Markas itu dikuasai beberapa jam setelah kejadian penyerangan Pos Koramil Persiapan Kisor, Kampung Kisor Distrik Aifat Selatan kabupaten Maybrat, Papua Barat, pada 2 September 2021.

"Markas KNPB dikuasai Langsung, pagi kejadian. Sore langsung (dikuasai), kan mereka sudah kabur semua," katanya saat dihubungi, Jumat (10/9).

Ia menjelaskan, markas itu digunakan untuk melakukan rapat penyerangan yang disebutnya sudah direncanakan oleh para terduga pelaku.

"Itu kan (markas) sekretariat KNPB, itu mereka gunakan sesaat. Rupanya rapat-rapat penyerangan, kan penyerangan ini sudah direncanakan, menurut tersangka itu rapatnya mereka, rapat terakhirnya disitu," jelasnya.

"Jadi rapat mereka itu dari sekitar jam 11 malam sampai dengan jam 1 (waktu setempat) gitu, setelah itu melakukan pengintaian ke pos dan langsung menyerang," sambungnya.

Berjarak 500 Meter dengan Posramil

Ternyata, jarak antara markas tersebut dengan Posramil hanya berjarak 500 meter saja. Sehingga, mereka mengira tidak bakal terjadi penyerangan ke Posramil yang diduga oleh KNPB.

"Kan jaraknya itu kurang lebih 500 meter lah (ke Posramil). Jadi, makanya kalau KNPB ini kan rupanya di setiap daerah ada. Jadi mereka selama ini kan menyampaikan perjuangan mereka ini dengan politik, jadi ya kita anggap itu mereka selama tidak membuat anarkis itu ya dibiarkan saja sama kita, dipantau saja gitu. Ternyata mereka ada buat penyerangan," ungkapnya.

"Iya (Enggak bakal berpikiran bakal diserang) karena tahunya itu mereka kan bergeraknya politis kan," tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron memastikan kelompok penyerang Pos komando rayon militer (Posramil) persiapan Kisor, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Papua Barat adalah Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Sebelumnya, pelaku penyerangan disebut-sebut sebagai Kelompok Separatis Teroris atau KST. Dalam insiden penyerangan itu, empat prajurit TNI gugur.

Dia menjelaskan pola gerakan KNPB saat ini. KNPB kini mulai melakukan penyerangan. Salah satunya dilakukan oleh kelompok dipimpin Manfet Fatem.

"KNPB sudah jelas kan mereka sebelum melaksanakan penyerangan itu kan mereka rapat persiapan penyerangan di kantor sekretariat KNPB. Dulu itu KNPB kan bilangnya perjuangannya lewat politik kan, ternyata tidak. Sekarang sudah dengan senjata," kata Hendra saat dihubungi merdeka.com, Kamis (9/9).

Hendra menegaskan, mereka yang melakukan penyerangan Posramil bukanlah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ataupun Kelompok Sparatis Teroris (KST).

"Karena pasca kejadian itu kita kumpulkan keterangan, sudah kita baca bahwa itu memang KNPB," tegasnya.

TNI mengaku sudah mengantongi nama-nama anggota KNPB. Termasuk para pelaku penyerangan. Dia menyebut ada sekitar 20 nama pelaku penyerangan yang sudah dikantongi. Jumlah pelaku kemungkinan bisa bertambah.

"Kemarin sudah ada bukti-bukti lengkap sudah langsung kasih pernyataan KNPB. Jadi tidak KKB," jelasnya.

Sepak Terjang Kelompok Manfet Fatem

Hendra membeberkan sepak terjang kelompok Manfet Fatem. Tak hanya mengancam membunuh warga, mereka juga kerap menghasut warga. Terutama jika dilakukan pembangunan proyek di wilayah sekitar warga.

"Mengancam masyarakat agar menghambat pembangunan. Contohnya misalnya ada pembangunan proyek jalan. Bukan mereka yang maju tapi mengancam masyarakat agar masyarakat datang ke proyek tersebut menuntut hak wilayah," katanya.

Selain itu, mereka juga menghasut masyarakat agar tidak menuntut ilmu. Anak-anak dihasut agar tidak sekolah. "Anak-anak yang sekolah dihasut untuk tidak sekolah, kemudian diancam," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal TNI Kelompok yang disebut-sebut berseberangan ideologi dengan NKRI. Nyoman mengatakan, wilayah sekitar Pos Koramil Persiapan Kisor dulunya memang turut dipengaruhi oleh beberapa kelompok ini.

"Wilayah itu jujur sebelumnya dipengaruhi kelompok-kelompok yang bersebrangan dengan NKRI," katanya dalam konferensi pers di Makodam XVIII Kasuari, Kamis (2/9) siang.

Nyoman menduga alasan penyerangan itu dilakukan karena rasa iri kepada para TNI di sana yang telah berhasil mengambil hati warga sekitar dan mengubah situasi daerah menjadi lebih baik.

"Dan dengan situasi saat ini (kontribusi TNI) masyarakat begitu antusias, mereka siap untuk membangun kampungnya dan sebagainya dekat dengan TNI," ujarnya.

"Nah mungkin ini mereka (pelaku) ada sedikit tidak puas dan iri atau sebagainya yang akhirnya menyerang," lanjutnya.

Rekomendasi