Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengatakan penanganan Covid-19 di Indonesia saat ini sudah memasuki fase endemi. Oleh sebab itu, penanganan Covid-19 tidak bisa dilakukan secara cepat seperti yang dibayangkan.
"Bapak Presiden memberi arahan, kita sudah mengarah pada penanganan Covid-19 ini dari pandemi menjadi endemi. Kemungkinan kita tidak akan menyelesaikan Covid ini secepat yang kita bayangkan," ujar Muhadjir di sela meninjau Rusunawa Semanggi, Solo, Kamis (2/9).
Karena itu, lanjut dia, ada koreksi ke arah penanganan yang bersifat endemi, sporadis, musiman, kadang terjadi kadang tidak, mungkin terjadinya tidak merata di tempat tertentu.
"Karena itu kita harus siap setiap saat. Dan kita jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan," katanya.
Muhadjir menambahkan, bahkan ke depannya, penggunaan masker akan menjadi bagian dari gaya hidup.
Terkait peningkatan sektor ekonomi saat kondisi sedang cukup kondusif, Muhadjir menyampaikan, pemerintah memang melonggarkan kegiatan masyarakat untuk kembali berkegiatan ekonomi. Sesuai arshan presiden, pemerintah akan menggunakan sistem injak gas dan rem.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, itu kita main gas-rem. Kalau pandemi ya, Covid ya landai, ya kita mulai mengakselerasi kegiatan ekonomi. Kalau nanti Covid-nya mulai naik, ya kita rem dulu untuk tangani Covid-nya," ujar dia.
Muhadjir menambahkan, pemerintah terus menggenjot vaksinasi untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Dia memastikan saat ini stok vaksin mencukupi. Pemerintah juga berupaya keras agar pasokan vaksin tidak terlambat.
"Di samping itu kita juga mempertegak protokol kesehatan. Pokoknya disiplin pakai masker, berkerumun tidak boleh lama-lama. Rajin cuci tangan, Insya Allah kita akan bisa mengendalikan Covid ini dengan baik dan pertumbuhan ekonomi bisa digerakkan secepat mungkin," pungkas Muhadjir.