PPKM Dinilai Berhasil Cegah Penularan Covid-19, Sumsel Bahas Belajar Tatap Muka

Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku masih menunggu laporan terkini kondisi penyebaran virus corona.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
PPKM Dinilai Berhasil Cegah Penularan Covid-19, Sumsel Bahas Belajar Tatap Muka
Pemkot Medan Gelar Simulasi Sekolah Tatap Muka, Begini Potretnya. Instagram/@prokopim_pemkomedan ©2021 Merdeka.com

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai membahas rencana pembukaan belajar tatap muka. Hal ini karena terjadinya penurunan kasus Covid-19 dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV sejak beberapa bulan lalu.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku masih menunggu laporan terkini kondisi penyebaran virus corona. Sebab, pembukaan belajar tatap muka harus mempertimbangkan banyak hal karena berimbas kesehatan anak didik.

"Kalau untuk sekolah, besok saya menunggu laporannya. Tadi saya sudah perintahkan sekda untuk membuat regulasi bersama tim percepatan sekolah tatap muka," ungkap Deru, Rabu (25/8).

Menurut dia, anak didik harus segera belajar seperti sedia kala karena sudah cukup lama belajar dari rumah secara daring. Namun, pandemi Covid-19 mengharuskan penerapan skema baru sehingga protokol kesehatan dapat dijalankan dengan baik.

"Karena sekolah tatap muka sudah kebutuhan," ujarnya.

Deru menilai PPKM yang berlangsung cukup lama efektif menekan penyebaran virus corona. Penurunan kasus positif, berkurangnya angka kasus kematian, dan keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan adalah salah satu bukti keberhasilan PPKM di provinsi itu.

"PPKM adalah salah satu cara yang ditemukan, artinya diterapkan untuk mengurangi sebaran Covid-19. Tapi kembali pada kedisiplinan masing-masing, kedisiplinan yang kita harapkan di Sumsel ini bukan karena tekanan, bukan karena ancaman, tapi kedisiplinannya timbul dari individu itu sendiri," kata dia.

Terkait kelonggaran selama masa perpanjangan PPKM level IV hingga 6 September 2021, Deru menilai sudah sudah tepat karena harus mempertimbangkan petumbuhan ekonomi, sosial, dan pendidikan. Pemerintah pusat juga mengeluarkan kebijakan yang lebih fleksibel sehingga bisa menampung kebutuhan daerah.

Kenyataannya sekarang jauh lebih banyak aturan dari pusat yang lebih fleksibel, artinya ada aspek yang tidak dilupakan tentang pertumbuhan ekonomi, tentang pendidikan, dan juga sosial," terangnya.

Deru juga meminta pemerintah pusat menyalurkan dosis vaksin sesuai kebutuhan sehingga herd immunity di Sumsel tercapai Januari 2021. Sebab, saat ini vaksin menjadi syarat wajib dalam beberapa kegiatan masyarakat, seperti penerbangan dan pekerjaan.

"Salah satu yang akan kita buat surat ke Satgas Covid-19 nasional yaitu terjadinya animo yang luar biasa dari masyarakat untuk divaksin. Ini salah satu contoh, kenapa saya selalu minta percepatan vaksin itu. Sumsel memang butuh alokasi vaksin yang ditambah, secara proporsional presentasinya," tegasnya.

Rekomendasi