Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan banyak keluarga dari pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang menolak pemulasaraan jenazah dengan protokol kesehatan (prokes).
Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Syamsir dalam keterangannya di Rejang Lebong, Sabtu, mengatakan jumlah warga setempat yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 sejak Juni 2020 lalu hingga saat ini mencapai 3.239 kasus, di mana sebanyak 2.905 kasus dinyatakan sembuh, 63 kasus meninggal dunia dan 271 kasus masih dalam pengawasan.
"Banyak penolakan dari keluarga terhadap pemulasaraan prokes, ini sangat berpengaruh terhadap penyebaran terhadap orang lain," kata dia.
Dia menjelaskan, adanya penolakan dari pihak keluarga penderita yang meninggal dunia ini membuat petugas pemulasaraan di rumah sakit tidak memiliki kekuatan untuk memaksakannya, kendati mereka yang meninggal ini terdeteksi dari hasil pemeriksaan rapid antigen maupun swab PCR.
Pasien COVID-19 yang dinyatakan meninggal dunia, kata dia, harus dilakukan pemulasaraan sesuai dengan prokes penanganan COVID-19 oleh petugas khusus di rumah sakit seperti memandikan dan mengafaninya sehingga tidak berpotensi menularkan kepada pihak keluarga dan warga lainnya.
Untuk itu, pihaknya mengimbau kalangan masyarakat Rejang Lebong yang keluarganya meninggal dunia akibat terpapar COVID-19 baik hasil pemeriksaan rapid antigen maupun swab PCR agar dilakukan pemulasaraan khusus oleh petugas di rumah sakit yang bersangkutan.
Dia juga mengharapkan dukungan dari pihak TNI/Polri serta pihak lainnya yang tergabung dalam Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Rejang Lebong guna memberikan pemahaman kepada masyarakat umum jika proses pemulasaraan dan pemakaman sesuai dengan prokes tersebut harus dipatuhi guna mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 di wilayah itu.
Sementara itu, untuk data perkembangan kasus penyebaran COVID-19 di Kabupaten Rejang Lebong kata Syamsir, saat ini masih ada 271 kasus aktif, kemudian jumlah suspek sebanyak 658 kasus dan jumlah sampel tes usap atau swab yang diperiksa di laboratorium sebanyak 7.332 spesimen.