Pakar ITB Nilai Beda dari Jakarta, Bali & Nusa Tenggara Luput dari Ancaman Tenggelam

Meski demikian, Heri tetap mengatakan bahwa pidato Presiden Amerika Serikat tersebut tetap bagus sebagai awareness supaya upaya-upaya manajemen risiko akan lebih baik lagi kedepannya.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pakar ITB Nilai Beda dari Jakarta, Bali & Nusa Tenggara Luput dari Ancaman Tenggelam
Bali Sepi Dampak Covid-19. ©2021 AFP/Sonny Tumbelaka

Isu proyeksi Jakarta bakal tenggelam kembali terdengar. Kali ini disinggung oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden saat berpidato di Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, Selasa (27/7) lalu. Berdasarkan riset, Biden menyebut tenggelamnya Jakarta akibat perubahan iklim dan pemanasan global.

Ketua Lembaga Riset Kebencanaan IA Institut Teknologi Bandung (ITB) Heri Andreas mengatakan masih ada 112 Kabupaten/Kota di Tanah Air yang lebih berpotensi lebih besar tenggelam daripada Ibukota. Sebut saja Jawa Tengah seperti Pekalongan, Semarang, dan Demak.

"Penurunan tanah di sana lebih cepat dan besar. Wilayah-wilayah di bawah lautnya juga bisa lebih besar dari Jakarta serta masih ada 112 kabupaten kota yang berpotensi untuk tenggelam mulai dari Pantai Timur Sumatera, Pesisir Kalimantan, Pantura Jawa, sedikit di Sulawesi dan Papua," kata Heri Andreas kepada Merdeka, senin (2/8).

Kabar baiknya, Heri berpendapat wilayah Tengah dan Timur yakni Bali serta Nusa Tenggara masih aman dari ancaman penurunan permukaan tanah yang menyebabkan tenggelamnya suatu daratan.

"Tanah sedimen mudanya enggak banyak. Jadi tanahnya sudah relatif keras sehingga penurunan tanahnya kecil. Jadi belum ada indikasi banjir rob karena topografinya masih umumnya di atas permukaan laut," jelasnya.

Meski demikian, Heri tetap mengatakan bahwa pidato Presiden Amerika Serikat tersebut tetap bagus sebagai awareness supaya upaya-upaya manajemen risiko akan lebih baik lagi kedepannya.

Reporter Magang: Leony Darmawan

Rekomendasi