401 Pasien OTG di Solo Dipindahkan dari Rumah ke Tempat Isolasi Terpusat

Pemindahan dilakukan dengan menggunakan mobil ambulans milik puskesmas dengan pengawalan Polresta Surakarta. Dengan pemindahan tersebut, sejak beberapa waktu lalu hingga saat ini sudah 401 orang yang dipindahkan ke tempat isolasi terpusat.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
401 Pasien OTG di Solo Dipindahkan dari Rumah ke Tempat Isolasi Terpusat
Pasien OTG Kota Solo Dipindahkan ke Tempat Isolasi Terpusat. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Tim Satgas Evakuasi Solo Polresta Surakarta bersama Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan, mengevakuasi 37 orang warga yang berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) dan bergejala ringan dari rumahnya masing-masing ke tempat isolasi terpusat, Senin (26/7).

37 Warga Kecamatan Jebres, Laweyan, Pasarkliwon, Banjarsari dan Serengan itu dipindahkan ke tempat isolasi dan perawatan OTG terpusat di SMPN 8 Jebres. Selain SMPN 8 sebagian lainnya dibawa ke tempat isolasi pasien bergejala ringan di SDN Panularan 6 Laweyan.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak mengatakan, pemindahan dilakukan dengan menggunakan mobil ambulans milik puskesmas dengan pengawalan Polresta Surakarta. Dengan pemindahan tersebut, sejak beberapa waktu lalu hingga saat ini sudah 401 orang yang dipindahkan ke tempat isolasi terpusat.

"Hari ini kembali kita evakuasi 37 orang. Sehingga total ada 401 orang warga Kota Surakarta berstatus OTG dan bergejala ringan yang saat ini sedang menjalani isolasi dan perawatan terpusat,” ujar dia.

Selain di Solo, lanjut dia, sebelumnya sejumlah warga lainnya juga dievakuasi dan menjalani isolasi di Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali.

Menurut Ade, Polresta Surakarta bersama dengan Kodim 0735/ Surakarta dan Pemerintah Kota Surakarta yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 tekah melakukan langkah- langkah manajemen kontijensi dalam menyikapi angka kasus aktif yang masih fluktuatif. Selain itu, lanjut dia, angka penularan (positive rate) yang juga masih cukup tinggi.

“Salah satunya dengan melakukan evakuasi terhadap warga yang terkonfirmasi Covid-19. Baik yang berstatus OTG maupun bergejala ringan yang masih melaksanakan isoman di rumah. Mereka kita evakuasi ke tempat isolasi dan perawatan terpusat, baik di Asrama Haji Donohudan Boyolali maupun tempat isolasi yang telah disiapkan oleh Pemkot Surakarta, agar treatmentnya menjadi lebih efektif dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Langkah tersebut, dikatakan Ade, merupakan strategi untuk memisahkan warga yang positif atau reaktif Covid-19 dengan warga yang sehat di pemukiman. Sehingga penularan atau penyebarannnya bisa dicegah dan tidak meluas.

“Langkah ini juga untuk lebih mengefektifkan treatment yang diberikan terhadap pasien OTG dan bergejala ringan,” katanya.

Khusus bagi pasien bergejala ringan, lanjut Ade, Satgas Covid-19 telah menyiapkan 3 tempat isolasi dan perawatan terpusat. Yakni di SDN Panularan 6, SDN Cemara 2 dan dan SMPN 25. Sedangkan untuk tempat isolasi terpusat bagi OTG disiapkan sebanyak 5 tempat.

Dia menambahkan, di tempat isolasi terpusat pasien OTG maupun bergejala ringan akan mendapatkan asupan makanan yang bergizi selama pelaksanaan perawatan. Mereka juga diberikan vitamin dan obat obatan untuk meningkatkan imunitas.

“Para pasien juga akan mendapatkan asistensi dan pengawasan dari tenaga kesehatan. Semuanya itu akan berkontribusi positif terhadap akselerasi kesembuhan pasien OTG maupun yang bergejala ringan,” katanya.

Dan yang lebih utama, lanjut dia, adalah untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 oleh para pasien.

“Isolasi mandiri yang selama ini dilakukan dirumah, sangat tidak efektif. Fungsi pengawasan tidak optimal dilakukan, pasien OTG dan bergejala ringan tidak disiplin dalam melaksanakan isoman, pergi kemana- mana berinteraksi dengan orang lain. Mereka merasa tidak bergejala yang pada akhirnya menyebarkan virus Covid 19 ke orang lain,” tuturnya.

“Dan tidak jarang pasien yang bergejala ringan yang isoman di rumah justru kondisinya semakin memburuk karena SOP isoman tidak dipatuhi,” pungkasnya.

Rekomendasi