Penjelasan Polda Papua Barat soal Aksi Bakar Ban Orangtua Casis Seleksi Bintara Polri

Aksi protes yang berlangsung sekitar pukul 10.00 Wit tersebut pun selesai pada pukul 11.00 Wit setelah Kapolsek Manokwari datang dan berikan penjelasan kepada para orang tua siswa. Setelah itu kondisi di lokasi pun berangsur kondusif.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Penjelasan Polda Papua Barat soal Aksi Bakar Ban Orangtua Casis Seleksi Bintara Polri
Ilustrasi Garis Polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Sejumlah orang tua calon siswa (Casis) Bintara Polri affirmasi Otsus Papua Barat tahun 2021 melakukan aksi protes, karena tak terima dengan hasil seleksi Casis yang berbuntut aksi pembakaran ban di Jalan Protokol Sanggeng Manokwari, Kamis (22/7) kemarin malam.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Adam Erwin membenarkan peristiwa tersebut.

"Itu semalam bukan kerusuhan, itu aksi beberapa orang tua Casis yang gagal, melakukan aksi bakar ban di jalan. Saat itu juga sudah tangani olah Kapolres Manokwari dan Dansat Brimob," kata Adam saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (23/7).

Aksi protes yang berlangsung sekitar pukul 10.00 Wit tersebut pun selesai pada pukul 11.00 Wit setelah Kapolsek Manokwari datang dan berikan penjelasan kepada para orang tua siswa. Setelah itu kondisi di lokasi pun berangsur kondusif.

Sementara terkait aksi bakar ban dan pemalangan jalan saat aksi protes tersebut, kata Adam, sudah biasa terjadi sebagai cara agar bisa mencuri perhatian sehingga aspirasinya dapat didengar pejabat bersangkutan

"Kalau orang sini istilahnya dikenal aksi pemalangan jalan. Hal ini terjadi biasa untuk mencuri perhatian pejabat atau petugas agar hadir mendengarkan keluh kesah mereka. Setelah datang dan mendengarkan keluh kesahnya, yaa selesai masalah," tuturnya.

"Nah yang terjadi semalam itu seperti itu (bakar ban dan pemalangan jalan) bukan kerusuhan seperti apa. Dan tadi panitia juga udah menerima beberapa keluhan oratu yang gagal dijelasin dan mereka (orang tua) paham," lanjutnya.

Lebih lanjut terkait proses seleksi, kata Adam, pasti ada yang gagal siapun calon peserta yang tidak memenuhi kriteria persyaratan. Namun demikian, untuk hasil saat ini menurutnya sudah sangat bagus karena sekotar 2.110 warga Papua Barat yang lolos menjadi calon anggota polisi.

'2.110 yang lulus loh ini sejarah di Papua Barat. Biasanya lulus hanya 200 orang ini sampe 2000-an. Nah beberapa yang gagal, itu yang protes. Tapi namanya seleksi pasti ada yang gagal-lah," terangnya.

2.110 Anak Papua Lolos Jadi Anggota Polri

Sebelumnya dikabarkan bahwa sebanyak 2.110 anak Papua Barat Lulus Terpilih Menjadi Bintara Polri di Papua Barat yang terbagi jadi 2.002 Pemuda dan 109 Pemudi. Hasil tersebut setelah digelar sidang terbuka kelulusan Bintara Polri dan Tamtama T.A. 2021 yang Sidang dipimping langsung oleh Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Tornagogo Sihombing, bertempat di Aula Arfak Convention Polda Papua Barat, Kamis (22/7).

"Selamat bagi yang berhasil menjadi bintara polri bagi yg belum beruntung jangan putus asa ini hanya keberhasilan yang tertunda saya yakin tahun depan peluang lebih besar untuk lolos" ucap Tornagogo saat berikan arahan kepada para siswa.

Kapolda meminta kepada para peserta semuanya bahwa semuanya mampu meraih cita-cita ini.

"Ini berkat usaha kerja keras dan doa kalian semua dan orang tua kalian. Jaga kehormatan kalian nanti, pastikan apa yang kalian capai ini kalian jaga ini adalah cita-cita kalian, lancar pendidikannya, tetap jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan" ucap Irjen Pol. Tornagogo.

Sementara itu Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Adam Erwindi, S.Ik MH mengatakan untuk kuota lulus pendidikan pembentukan Bintara total 2.111 dengan rincian.

"Eks catat panda 2 orang pria, rekrutmen proaktif 3 orang pria, bintara brimob 35 orang pria, bintara polisi tugas umum (PTU) 505 pria dan 6 wanita, kuota hibah sebanyak 1400 pria dan 100 wanita , bakomsus perawat 3 pria, bakomsus bidan 3 wanita, bakomsus TI 54" ucap Kabid Humas.

Kabid Humas menambahkan untuk lokasi pendidikan akan disebar di SPN -SPN di Indonesia.

"Nanti para casis akan menempuh pendidikan di SPN Polda Sumbar 100 orang, SPN Polda Riau 100 orang, SPN Polda Bengkulu 147 orang, SPN Polda Jabar 289 orang, SPN Polda Banten 148, SPN Polda Jateng 370 orang, SPN Polda Kalbar 111 orang, SPN Polda Malut 35 orang, SPN Polda Papua 602, Pusdik Sabhara 50 orang, Pusdik Binmas, 25 orang Pusdik Polair 25 dan Sepolwan 109 orang" tambah Kabid Humas.

Untuk Tamtama Polri sendiri lulus sebanyak 36 orang dengan Brimob 31 orang tempat Diktuk di Pusdik Brimob, Tamtama Polair 5 orang tempat Diktuk di Pusdik Polair.

Kabid Humas juga mengimbau kepada adik-adik yang belum berhasil agar tetap semangat.

"Tetap semangat buat adik-adik yang belum berhasil tahun ini, bapak Kapolda menyampaikan tahun depan bisa mencoba lagi. Bapak Kapolda juga mengucapkan terimakasih kepada bapak Gubernur,MRP Papua Barat, DPR Papua Papua Barat, DPRD OTSUS, DAP, pengawas Ombudsman RI, dan segenap Lembaga Serta panitia yang telah berjuang dari bulan Januari hingga sidang akhir yang diselenggarakan hari ini," katanya.

Rekomendasi