Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko berpandangan PPKM Darurat perlu diperpanjang. Dengan mempertimbangkan kapasitas fasilitas kesehatan yang telah penuh.
Menurut dia, pemerintah justru akan dinilai bersikap tega. Jika tidak memperpanjang PPKM Darurat ketika fasilitas kesehatan penuh.
"Menurut saya, kalau kapasitas pelayanan kesehatan sudah penuh di Jawa dan Bali, kemudian apa tega tidak diperpanjang PPKM-nya. Apa pemerintah mau tega?" kata dia kepada Merdeka.com, Minggu (18/7).
Karena itulah, dia menilai pemerintah perlu melihat situasi di lapangan selama pelaksanaan PPKM Darurat yang sedang berlangsung saat ini. Terutama melihat kapasitas layanan kesehatan untuk menampung pasien Covid-19.
kalau kapasitas pelayanan kesehatan masih penuh begitu dan banyak masyarakat yang sakit di rumahnya," ujar dia.
Dia pun memastikan akan terus bersuara jika pemerintah memutuskan tidak memperpanjang PPKM Darurat. Di tengah penuhnya kapasitas fasilitas kesehatan dan banyaknya rakyat yang menjalani perawatan di rumah.
"Menurut saya itu pemerintah yang tega terhadap rakyatnya. Kalau disetop saya akan teriak-teriak," katanya.