Kejaksaan Negeri Kota Depok mendatangi PT Krakatau Steel untuk mengambil pasokan oksigen medis dan disalurkan ke sejumlah rumah sakit di Kota Depok. Jemput bola itu dilakukan Kejari Depok menyusul kelangkaan pasokan oksigen medis rumah sakit di Depok.
"Kami hanya membantu untuk proses mendapatkan oksigennya. Nanti distribusinya Dinas Kesehatan yang mengatur rumah sakit A dapat berapa, RSUD dapat berapa. Nanti kewenangan dari Dinas Kesehatan kota Depok," kata Kepala Kejari Depok, Sri Kuncoro, Sabtu (17/7).
Langkah ini dilakukan karena banyaknya informasi yang diterima pihak Kejari Depok terkait kelangkaan oksigen di Kota Depok. Kejari Depok melakukan komunikasi dengan pelbagai pihak untuk bisa mengupayakan pemenuhan kebutuhan oksigen.
"Hari ini kita akan mengambil oksigen itu atau mengisi tabung itu ke PT Krakatau Steel di Cilegon untuk bisa mengkoordinasikan Kejari Serang dengan pihak Krakatau Steel. Kita kemarin juga sudah mengirimkan surat dari Pak Wali Kota, Alhamdulillah hari ini kita bisa laksanakan kegiatan untuk pengambilan atau pengisian oksigen yang akan dibutuhkan oleh rumah sakit rumah sakit di kota Depok,” tukasnya.
Tabung oksigen yang dapat didistribusikan di Depok sebanyak 500. Jumlah itu hanya separuh dari kebutuhan yang bisa terpenuhi sebanyak 1.000 tabung.
"Walaupun mungkin tidak bisa memenuhi 100% kebutuhan. Yang penting adalah kepastian karena dari Dinas Kesehatan Kota Depok susah untuk mengambil yang lain sudah 2 hari tiba-tiba kehabisan. Kalau ini kan tapi mungkin sudah pasti walaupun mungkin jumlahnya tidak optimal sesuai dengan kebutuhan kita, paling tidak nanti bisa rutin, entah dua hari sekali atau setiap hari. Kita akan koordinasikan terus kemudian kebutuhan oksigen di Depok bisa lebih terpenuhi sesuai kebutuhan masyarakat,” tandasnya.