Seorang diduga sebagai konsumen curhat perihal suplemen yang dia beli di salah satu market place, Tokopedia. Konsumen itu menduga suplemen yang belinya palsu karena melihat sejumlah kejanggalan pada kemasannya.
Polri turun tangan melakukan pengecekan terkait keluhan sejumlah orang di media sosial.
"Sedang dilakukan lidik," kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komjen Agus Andrianto, saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (16/7).
Agus belum bisa mengungkapkan lebih lanjut apakah benar suplemen tersebut palsu atau tidak. Dia meminta sabar menunggu karena penyidik sedang bekerja.
"Kan belum ditangkap sabar ya. (Mulai penyelidikan) Sejak dapat info," tuturnya.
Sebelumnya, Thina membagikan pengalamannya membeli vitamin untuk orang tuanya di Tokopedia. Setelah dia melakukan pengecekan, diduga vitamin yang diterima palsu.
Penuturannya pada Tekno Liputan6.com, Selasa (13/7), salah satu satu indikasi vitamin tersebut palsu adalah adanya kode QR yang ternyata tidak sesuai.
Begitu dipindai, kode QR itu ternyata mengarahkan ke situs salah satu universitas swasta Indonesia.
"Lalu di keterangan botol tersebut juga ditemukan adanya typo," tutur Thina melanjutkan. Selain itu, nama merek ternyata berbeda dengan keterangan situs resmi dan manufaktur vitamin tersebut.
Sejumlah akun di Instagram sempat membagikan pengalamannya membeli vitamin palsu. Banyak dari mereka menyebut tanda-tanda vitamin palsu itu dapat dilihat dari stempel kemasan yang terlihat tidak rapi dan ditemukan typo dalam keterangannya.
Istri Tompi, Arti Indira yang juga seorang dokter pun sempat mengingatkan melalui Instagram Stories-nya untuk berhati-hati membeli suplemen atau vitamin, karena ditemukan ada beberapa yang palsu. Dia sempat membagikan temuannya di salah satu penjual yang ada di Tokopedia.
Dalam unggahannya, dia memperlihatkan tangkapan layar dari ulasan di salah satu penjual Tokopedia berisi komplain terkait barang yang diterima ternyata palsu. Mengenai temuan ini, kami juga sudah meminta pernyataan resmi dari Tokopedia dan masih menunggu.
Tanggapan Tokopedia
Tokopedia memberikan tanggapan mengenai keluhan sejumlahkonsumen yang mengeluhkan sejumlah penjual di platformnya yang diketahui menawarkan vitamin palsu atau tidak sesuai.
External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya saat dihubungi Tekno Liputan6.com, mengatakan, Tokopedia sebagai platform teknologi mempermudah para penjual di Indonesia menciptakan peluang daring. Karenanya dalam hal ini, Tokopedia bersifat user generated content, yaitu setiap pihak dapat mengunggah produknya secara pribadi.
"Di sisi lain, jika ada penjual yang terbukti melanggar, baik syarat dan ketentuan platform maupun hukum yang berlaku, Tokopedia berhak menindak tegas dengan melakukan pemeriksaan, penundaan atau penurunan konten, banned toko atau akun, serta tindakan lain sesuai prosedur," tutur Ekhel, Selasa (13/7).
Lebih lanjut Ekhel menuturkan, pihaknya akan terus melakukan aksi kooperatif bersama mitra strategis termasuk pemerintah untuk menjaga aktivitas dalam platfrom Tokopedia tetap sesuai hukum yang berlaku.
Tokopedia juga telah menetapkan kebijakan pengendalian harga dan menindak tegas penjual yang memasang harga produk di atas kewajaran.
"Kebijakan ini sejalan dengan keputusan Menkes nomor HK.1.7/Menkes/4826 tahun 2021, yang ditandatangani pada 2 Juli 2021, tentang harga eceran tertinggi (HET) 11 obat yang banyak digunakan selama pandemi," ujar Ekhel menuturkan.