Dinas Kesehatan Kota Tangerang, terus mengejar target tes swab antigen massal pada sejumlah titik yang menjadi pusat keramaian di 13 wilayah kecamatan se-Kota Tangerang. Hal itu sebagai upaya peningkatan jumlah pemeriksaan dini (testing) dan juga pelacakan (tracing).
"Kita cari sebanyak mungkin masyarakat yang positif, supaya bisa langsung ditangani dan juga bisa mencegah terjadinya penularan ke orang lain," ujar Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat meninjau kegiatan swab tes di Pasar Metro, Perumahan Metro Permata, Karang Tengah.
Arief mengungkapkan Pemkot Tangerang telah mengalokasikan sebanyak 25.000 alat tes swab antigen dengan target sebanyak 4.000 tes per hari. Target itu, sesuai amanat pemerintah pusat untuk mendukung kegiatan pemeriksaan dini dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kota industri tersebut.
Arief menegaskan, jika dalam hasil tes tersebut, didapati hasil reaktif akan dilanjut ke pemeriksaan PCR, untuk selanjutnya melakukan isolasi mandiri di rumah atau di RIT yang tersedia.
"Dari tes yang dilakukan akan didapat hasil berapa masyarakat yang terpapar dan untuk ditindaklanjuti, banyak tidak masalah," kata Arief.
Selain Pasar Metro, Wali Kota juga mengunjungi kegiatan tes swab antigen massal yang berlangsung di SDN Cikokol 2 Tangerang dan Puskesmas Sukasari.
"Masyarakat yang bergejala dan ingin memeriksakan kondisi,dipersilahkan untuk datang," ujar dia.
Kenyataan berbeda terjadi di kota Tangerang Selatan, yang mengakui penurunan volume testing dan tracing di kota itu. Sebab dari 3.700 an testing yang ditargetkan per hari realisasinya masih sangat jauh.
"Sampai hari memang belum mencapai target. Makanya saya kejar terus targetnya testing ini. Kita minta bantuan dari beberapa stakeholder. Dari gereja dari pusat perbelanjaan dari semua, termasuk juga dalam operasi (razia) ini, begitu turun ada terjaring, swab," kata Benyamin yang tidak merinci capaian testing yang dicapai.