Bupati Bogor Ade Yasin menyebut bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit untuk pasien Covid-19 di wilayahnya telah menyentuh 94 persen per Senin (5/7). Seiring peningkatan pasien, rumah sakit semakin kewalahan karena stok obat dan oksigen pun menipis.
"Saat ini, keterisian ruang ICU sudah mencapai 92 persen dan tempat tidur sudah 94 persen. ICU kita punya 142 sudah terisi 131 dan tempat tidur di 29 rumah sakit kita punya 1.821 sudah terpakai 1.781," kata Ade Yasin, Selasa (6/7).
Ade mengungkapkan, ketersediaan obat-obatan dan oksigen semakin menipis seiring membeludaknya pasien belakangan ini. "Kami mau beli obat tidak bisa, karena klaim pembiayaan penanganan pasien Covid-19 belum dicairkan oleh Kementerian Kesehatan, sementara kami harus terus menangani pasien," kata Ade.
Meski begitu, Ade tetap memerintahkan seluruh rumah sakit yang ada di Kabupaten Bogor, terutama empat RSUD untuk terus berupaya menangani pasien semaksimal dan secepat mungkin. "Jadi jika ada pasien yang tadinya bergejala sedang atau berat, kemudian keadaannya membaik dalam beberapa hari, lebih baik dipindahkan ke pusat isolasi atau isolasi mandiri di rumah. Supaya pasien yang bergejala berat dan sedang lainnya bisa masuk," kata Ade.
Langkah itu harus di ambil walau ada risiko pembiayaan pasien Covid-19 yang keluar dari rumah sakit sebelum 14 hari tidak bisa diklaim ke Kementerian Kesehatan. "Demi nyawa manusia," tegasnya.
Ade menjelaskan, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor memiliki sekitar 140 tempat tidur di pusat isolasi Kemang dan Megamendung. Dua tempat itu kini baru terisi sekitar 60 persen.