Polres Metro Jakarta Selatan tengah melakukan pemeriksaan terhadap seorang wanita yang ceritanya viral di media soaial, soal penawaran menjadi MC acara arisan sosialita yang menyelipkan ritual pesugihan manusia di Pondok Indah, Jakarta Selatan.
"Iya lagi diperiksa," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Achmad Akbar saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (2/7).
Namun demikian, Achmad belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena pemeriksaan terhadap wanita tersebut masih berjalan.
"Nanti dikabari," singkatnya.
Sebelumnya, warganet sempat dihebohkan dengan pengakuan seorang wanita yang mengaku sempat menjadi MC (Master of Ceremony) di sebuah acara pesugihan sosialitas yang menumbalkan para 'berondong' di kawasan elite Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Menindak lanjuti kabar tersebut, Lurah Pondok Pinang Rizki Januar menyampaikan jika pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada para RW di kawasan Pondok Indah, namun tak ada satu pun yang mengetahui dan menemukan kebenaran acara tersebut.
"Iya pak sudah ditanyakan ke para ketua Rw, infonya tidak ada kegiatan tersebut di lingkungannya," kata Rizki saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (2/7).
Adapun informasi tersebut didapat Rizki setelah melakukan konfirmasi kepada lima ketua RW, mulai dari RW 13 sampai RW 17 di daerah Pondok Indah.
"Info dari para Ketua RW tidak ada kegiatan pesugihan seperti itu. Karena memang perumahan di Pondok Indah memiliki sistem keamanan dan ketertiban yang baik," kata dia.
"Bahkan, mereka juga baru tahu itu (kabar soal pesugihan)," tambahnya.
Sebelumnya, Kepolisian juga sudah turun menelusuri informasi tersebut yang sedang ramai jadi perbincangan di media sosial Twitter tersebut.
"Masih kami selidiki," singkat Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Donni Bagus Wibisono saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, seorang perempuan mengungkap cerita pesugihan itu lewat akun Twitter @coffelessugar. Dalam video yang diunggah, si perempuan mengungkap kejanggalan saat proses nego harga jasa MC yang ia biasa tawarkan.
Dia mengaku ditawari bayaran Rp10 juta untuk satu jam sebagai MC di acara arisan privat tersebut. Setelah mendapat penjelasan soal rangkaian acara, dia kaget karena akan melibatkan 'berondong' atau pria muda yang akan diperlakukan tak layak. Seperti merangkak dan digantung.
"Si klien aku mulai jelasin rangkaian acaranya, nanti si berondongnya merangkak kemudian digantung. Hah ini acara apa sih?" kata perempuan itu dikutip merdeka.com, Rabu (30/6).
Karena merasa curiga, si wanita itu lantas mencoba menggali lebih dalam perihal rangkaian acara. Hingga akhirnya, kliennya menyebut 'berondong' yang dihadirkan dalam acara itu akan menjadi tumbal pesugihan.
"Jadi itu tumbal untuk pesugihan. Pesugihan untuk awet muda, kecantikan, kekayaan, karir dan lain-lain," ungkap perempuan itu dalam video.
Bahkan, pada bagian akhir video juga perempuan itu menyebut kliennya akan mengeksekusi 'berondong' tersebut. Eksekusi pun disebut dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan mesin dan manual.
"Dia juga bilang kalau si berondong itu sudah dieksekusi darahnya bakal diminum dan juga dagingnya dimakan sama mereka-mereka untuk hal-hal tadi itu," kata dia
Tak cuman itu, si wanita itu juga sempat membeberkan alasan para pria yang mau dijadikan tumbal itu, lantaran dibayar dengan harga yang mahal hingga miliaran rupiah.
"Itu secara ikhlas, karena emang brondong-brondong ini dibayar dengan dengan harga sangat mahal, ratusan juta bahkan sampai miliaran. Dan ini bener banget kayanya sekte elit. Di mana lokasinya di Jakarta Selatan dimana itu tempat orang-orang kaya," ujarnya.