Sejak diperketatnya masuk ke Pulau Bali, pergerakan penumpang di Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai mengalami penurunan.Penurunan penumpang itu, terjadi sejak pengetatan masuk ke Bali yang melarang GeNose sebagai syarat perjalanan dan berlaku sejak Rabu (30/6).
"Sekitar 40 persen turunnya. Kalau yang penumpang," kata Taufan Yudhistira, selaku Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, saat dihubungi, Kamis (1/7).
Dari catatannya, jumlah penumpang yang datang ke Bali di hari pertama pemberlakuan larangan GeNose berada di angka 3.149. Tetapi, sebelum larangan GeNose pada Selasa (29/6) untuk jumlah penumpang yang tiba di Bandara Ngurah Rai, masih di angka 5.362 orang dalam per hari.
Kemudian, pada Senin (28/6) lalu, kedatangan penumpang sebanyak 5.610 orang dalam per hari. Dia mengungkapkan, turunnya jumlah penumpang di Terminal Domestik, kemungkinan karena syarat masuk Bali diperketat.
"Karena sudah wajib PCR yang datang ke Bali. Iya otomatis bisa karena itu juga," imbuhnya.
Ia juga memprediksi, ke depannya kedatangan penumpang akan stagnan di angka 3.000 orang per hari. Tetapi, pihaknya menegaskan pihak Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tetap melayani penggunaan GeNose bagi penumpang yang akan keluar Bali. Layanan test GeNose di Bandara juga masih beroperasi.
"Menurun, prediksi kami akan di angka 3.000. Kalau keluar dari Bali menggunakan transportasi udara, mengikuti aturan nasional, jadi bisa GeNose C-19 atau Antigen atau PCR," ujar Taufan.
Seperti yang diberitakan, Pemerintah Provinsi Bali menerapkan syarat ketat bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang akan masuk ke Bali baik menggunakan transportasi udara, darat dan laut yang mulai efektif berlaku pada hari Rabu (30/6).
Di Surat Edaran Gubernur Bali No. 8 Tahun 2021 bagi PPDN yang menggunakan moda transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan negatif tes swab berbasis PCR, sedangkan yang menggunakan moda transportasi laut dan darat perlu menyertakan keterangan negatif PCR atau hasil rapid test antigen.