Warga masyarakat pengguna jalan merasa resah, dengan hilir mudik kendaraan truk besar bermuatan material tanah yang kerap melintasi jalan Raya Perancis, Kelurahan Benda, Kota Tangerang. Warga berharap, ada tindakan tegas agar truk-truk besar itu disiplin melintasi jalan tersebut.
Apalagi, akibat perlintasan truk yang masif di jalan raya tersebut, umur beton jalan menjadi singkat dan cepat mengalami kerusakan. Sehingga kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas, terutama pengendara sepeda motor.
"Hampir setiap hari seperti ini. Mereka kerap merasa jalan ini seperti jalan mereka sendiri, warga hanya kebagian rusak dan debunya," ucap Nurdin di Jalan Raya Perancis, Senin (14/7).
Tidak hanya itu, warga di sekitar lokasi kata Nurdin, juga mengaku jengkel dengan aktivitas truk yang beroperasi tanpa mengenal waktu. Apalagi, setelah aktivitas bongkar muat barang, truk-truk tersebut seenaknya melaju kencang.
"Kalau muatan truk kosong, mereka suka kebut-kebutan. Makanya sering terjadi kecelakaan," kata dia.
Pantauan di lokasi, truk-truk bermuatan tanah dengan penutup terpal bebas melintas di Jalan Raya Perancis mulai dari Indomaret Rawa Jeruk sampai jalan menuju hotel FM7, Bandara Soetta.
Sementara, ceceran tanah kerap jatuh dan tertinggal di jalan, yang menyebabkan jalan dipenuhi debu di saat panas dan becek serta licin di kala hujan.
"Warga sudah pasrah. Petugas juga tidak pernah ada melakukan penertiban. Sudah lama begini. Apalagi di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang, malah debu tebal nutupin jalan," kata dia.
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Andhika Nugraha mengaku, akan mengoordinasikan persoalan itu, dengan kepolisian.
"Sudah kami koordinasikan dengan jajaran kepolisian untuk penindakannya," kata Andika.