Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan mengungkapkan fakta baru kasus penemuan mayat pria hangus di Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Maros, Jumat (11/6) lalu. Hasil laboratorium forensik ditemukan adanya luka tusuk pada tubuh korban.
"Iya, hasil Labfor kami terima menunjukkan ditubuh korban ada luka tusuk ditubuh korban. Kemunginan korban dibunuh terlebih dahulu sebelum dibakar," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel, Komisaris Besar E Zulpan, melalui pesan WhatsApp, Minggu (13/6).
Zulpan mengatakan, di tubuh korban juga ditemukan cairan diduga bensin yang menyebabkan korban terbakar. Biddokkes Polda Sulsel juga telah melakukan autopsi dan memastikan korban adalah laki-laki dan berusia antara 16 tahun sampai 25 tahun.
"Jadi kami juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan keluarga dengan ciri ciri di atas bisa datang ke Biddokkes Polda Sulsel untuk diambil DNA dan data-data ante mortem untuk identifikasi korban," ucapnya.
Zulpan menambahkan, berdasarkan catatan Polda Sulsel, kasus penemuan mayat dibakar merupakan yang kedua kalinya dalam waktu dua bulan terakhir di wilayah hukum Kepolisian Resort Maros.
"Catatan Polda Sulsel, ini adalah kasus orang mati karena dibakar kedua kali dalam 2 bulan terakhir di wilayah hukum Polres Maros," ucapnya.
Sebelumnya, Tim Forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) kesulitan mengidentifikasi mayat pria dalam kondisi terbakar di Mallawa, Maros. Tim Forensik Biddokes Polda Sulsel masih melakukan autopsi terhadap jasad korban.
Dokter Forensik Bidokkes Polda Sulsel, Deni Mathius mengatakan pihaknya sudah melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Hanya saja, kata Deni, pihaknya masih perlu melakukan pendalaman akibat luka bakar 100 persen yang dialami korban.
"Sudah kami autopsi. Tapi Masih perlu pendalam lanjut mengingat jenazah terbakar 100 persen," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (12/6).
Karena luka bakar parah dialami korban tersebut, Tim Forensik Biddokes Polda Sulsel kesulitan baik mengidentifikasi dan untuk mengetahui penyebab kematian.
"Sampai hari ini belum ditahu (identitas korban)," ucapnya.