Satgas Covid-19 Minta Kepala Daerah Waspadai Peningkatan Kasus di Kabupaten/Kota

Juru Bicara Penanganan Satuan Tugas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan peningkatan kasus positif Covid-19 selama 3 minggu pasca libur lebaran 2021 tidak cukup parah dibandingkan pada 2020.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Satgas Covid-19 Minta Kepala Daerah Waspadai Peningkatan Kasus di Kabupaten/Kota
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. Foto: Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Juru Bicara Penanganan Satuan Tugas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan peningkatan kasus positif Covid-19 selama 3 minggu pasca libur lebaran 2021 tidak cukup parah dibandingkan pada 2020.

Pada libur lebaran 2020 peningkatan sebesar 500 persen, sementara tahun ini 120 persen. Meski persentase tidak sangat seburuk dengan tahun lalu, Wiku mengingat kepala daerah perlu mewaspadai peningkatan kasus di kabupaten kota.

"Kabupaten/kota inilah yang berkontribusi besar dalam naiknya kasus di masing-masing provinsi ini. Mohon agar dapat diperhatikan dengan seksama," ucap Wiku dalam konferensi pers melalui channel YouTube BNPB, Rabu (9/6).

Berikut penambahan kasus tertinggi di kabupaten kota selama 3 minggu pasca libur lebaran;

Provinsi Jawa Tengah.

Kudus naik 7.594 persen

Jepara naik 685 persen

Sragen naik 338 persen

Kota Semarang naik 193 persen

Semarang naik 94 persen

Kepulauan Riau.

Kota Batam naik 257 persen

Karimun naik 116 persen

Natuna naik 100 persen

Bintan naik 81 persen,

Kota Tanjungpinang naik 13 persen

Provinsi Sumatera Barat.

Pasaman Barat naik sebesar 157 persen Agam naik 151 persen

Solok naik 128 persen

Dharmasraya 125 persen

Kota Padang naik 75 persen

Provinsi DKI Jakarta

Jakarta Selatan naik 92 persen

Jakarta Timur naik 67 persen

Jakarta Pusat naik 57 persen

Jakarta Utara naik 43 persen

Jakarta Barat naik 42 persen

Provinsi Jawa Barat

Ciamis naik 700 persen

Bandung naik 261 persen

Cianjur naik 188 persen

Karawang naik 152 persen

Cirebon naik 115 persen.

Rekomendasi