Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia, berharap semua penyandang disabilitas mendapatkan vaksin Covid-19. Hal itu dapat terealisasi bila penyelenggara vaksinasi berkoordinasi dengan organisasi disabilitas.
"Vaksinasi dilayani di seluruh fasilitas kesehatan dan tidak terbatas domisili KTP. Harapannya tidak ada disabilitas yang tidak divaksin," ujar Angkie, seusai bertemu Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo, Kamis (3/6).
Angkie mengatakan, masing-masing ragam disabilitas memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Menurutnya, ada 5 ragam disabilitas yakni sensorik, motorik, intelektual ,mental dan ganda.
"Jadi untuk disabilitas mental intelektual dan ganda diharapkan berkoordinasi dulu dengan Dinas Kesehatan apakah diperbolehkan divaksin atau tidak," jelasnya.
Angkie juga meminta pemerintah daerah untuk memprioritaskan penyandang disabilitas dalam vaksinasi Covid-19. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, dikatakannya, sasaran vaksinasi Covid untuk penyandang disabilitas di Indonesia sebanyak 562.242 orang.
"Saat ini jumlah penyandang disabilitas yang sudah divaksin masih sangat sedikit masih jauh dari harapan," katanya.
Menurut dia, masih minimnya jumlah penyandang disabilitas yang sudah divaksin dikarenakan kick off nasional vaksinasi untuk disabilitas baru dilakukan tanggal 2 Juni kemarin. Hal ini bisa diteruskan oleh masing-masing daerah melalui kepala dearah agar menjadi prioritas.
"Karena ini baru kick off maka dari 500 ribuan usia produktif dengan jumlah penyandang disabilitas lebih dari 20 juta maka saat ini baru 0, sekian yang sudah divaksin," pungkas dia.