Jokowi: Saya Tak akan Toleransi Penyeleweng Anggaran, Semua Harus Dihemat!

Dia juga menjelaskan, saat ini seluruh pihak harus bekerja keras untuk mempercepat pemulihan kesehatan dan ekonomi. Sebab itu, dia meminta kepada Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan pengawasan untuk menjamin tercapainya tujuan.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Jokowi: Saya Tak akan Toleransi Penyeleweng Anggaran, Semua Harus Dihemat!
Jokowi di acara Global Health Summit. ©2021 Merdeka.com/biro pers istana

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada siapapun yang menyelewengkan anggaran. Apalagi, kata dia, saat pandemi Covid-19 saat ini.

"Berkali-kali saya sampaikan, saya tidak akan memberikan toleransi sedikitpun terhadap adanya penyelewengan anggaran. Apalagi di saat kita seperti sekarang ini, semuanya harus dihemat dalam rangka menghadapi pandemi," katanya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2021, Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/5).

Dia juga menjelaskan, saat ini seluruh pihak harus bekerja keras untuk mempercepat pemulihan kesehatan dan ekonomi. Sebab itu, dia meminta kepada Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan pengawasan untuk menjamin tercapainya tujuan.

"Menjamin tercapainya tujuan pemerintah, menjamin tercapainya tujuan program, menjamin tercapainya tujuan belanja anggaran secara akuntabel, efektif dan efisien," bebernya.

"Mengikuti prosedur itu penting, tetapi jauh lebih penting adalah tercapainya target-target yang telah ditetapkan. Sekali lagi juga ini harus secara akuntabel, efektif dan efisien," tambahnya.

Jokowi menjelaskan, saat ini yang ditunggu oleh rakyat yaitu hasil dan manfaat. Sebab itu, pengawas, kata dia, harus menjamin agar tidak terjadi korupsi dan tepat sasaran.

"Setiap rupiah yang dibelanjakan oleh pemerintah dan pengawasan harus menjamin tidak ada serupiah pun yang salah sasaran. Tidak ada yang disalahgunakan, apalagi dikorupsi," ungkapnya.

Rekomendasi