Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menilai ibadah puasa Ramadan merupakan sekolah bagi umat Islam untuk memperkuat hubungan manusia sebagai hamba kepada Allah SWT. Atau dalam istilah agamanya disebut hablum minallah dan keharmonisan antar-sesama manusia atau hablum minannas.
"Oleh karena itu kita harus menjaga keseimbangan antara hak Allah (huququllah) dalam bentuk ibadah dan hak-hak manusia (huququnnas) dalam bentuk menjaga sikap, ucapan maupun tindakan," kata Ma'ruf saat membuka Halal bi Halal Ikatan Alumni Universitas Brawijaya melalui siaran daring, Sabtu (22/5).
Ma'ruf melanjutkan, keseimbangan antara hubungan manusia dan penciptanya tidak boleh merugikan orang lain termasuk terhadap tatanan alam. Menurut dia, dalam kehidupan sehari-hari terkadang sebagai manusia hanya memuliakan salah satunya.
"Kita sering menjumpai orang yang hanya peduli pada hak-hak antar sesama manusia saja, tapi melupakan hak Allah. Sebaliknya tidak jarang pula kita temui orang yang hanya peduli pada hak Allah saja, tapi kurang mempedulikan hak-hak sesama manusia. Bahkan tidak memperdulikan kedua-duanya," ujar dia.
Ma'ruf berharap, ibadah puasa yang telah dijalankan selama sebulan penuh kemarin dapat mengasah umat Islam untuk lebih memperkuat persaudaraan, kasih sayang dan tolong menolong satu sama lain sebagai perwujudan dari pemenuhan hak-hak sesama manusia.
"Pelaksanaan ibadah puasa Ramadan dan Idulfitri di tengah kondisi keprihatinan seperti saat ini, merupakan momentum rohani untuk mengembangkan nilai-nilai luhur keagamaan yang membawa kepada kebaikan, perdamaian, toleransi, dan kemajuan peradaban," Ma'ruf menandasi.
Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono
Sumber: Liputan6.com