Cerita Pegawai KPK Peraih Penghargaan Makarti Bhakti Nagari yang Tak Lolos TWK

"Jadi saya berkeyakinan hasil tes itu tidak signifikan dan kami-kami ini memang tidak diinginkan melanjutkan pemberantasan korupsi di negeri ini," kata Giri.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Cerita Pegawai KPK Peraih Penghargaan Makarti Bhakti Nagari yang Tak Lolos TWK
KPK. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti-Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono mengaku menjadi satu dari 75 nama pegawai yang tidak menenuhi syarat atau TMS dari asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Jadi saya berkeyakinan hasil tes itu tidak signifikan dan kami-kami ini memang tidak diinginkan melanjutkan pemberantasan korupsi di negeri ini," kata Giri saat berbincang dalam acara Polemik Trijaya, Sabtu (8/5).

Giri mengaku heran, dalam konteks pengabdiannya selama 16 tahun di KPK dinyatakan tidak lulus TWK. Padahal pada Desember 2020, Giri mengaku mendapat penghargaan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai peserta diklat tim terbaik bersama direktur seluruh lembaga.

"Saya mendapat Makarti Bhakti Nagari Award Desember 2020 tapi Maret 2021 saya dinyatakan tidak lulus (TWK)," heran giri.

Selain itu, Giri mengatakan, dirinya adalah seorang yang lolos seleksi calon pimpinan KPK sebanyak 2 kali hingga fase 19 besar. Giri juga adalah sosok yang lolos sebanyak 4 kali di level direktur atau eselon satu di KPK.

"Jadi ini menarik apa indikator ketidaklulusan (TWK) itu? dalam tes ini seakan kita tak berkompeten tak penuhi syarat tentu ini perlu dipertanyakan," dia menandasi.

Reporter: M Radityo

Rekomendasi