Sosok Tommy yang menjadi target kiriman sate beracun oleh tersangka NA terungkap. Sosok Tommy adalah seorang anggota polisi yang bertugas di Polresta Kota Yogyakarta.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro membenarkan, target kiriman sate beracun adalah anggotanya. Menurut Purwadi, kiriman sate itu merupakan urusan pribadi anggotanya dengan tersangka dan tak ada kaitannya dengan institusi Polri.
"Betul (anggota Polresta Yogyakarta). Itu kan masalah pribadi. Kecuali terbukti ada yang terkait disiplin, kode etik atau pidana baru kita proses," kata Purwadi saat dikonfirmasi lewat pesan whatsApp pada wartawan, Senin (3/5).
Sementara itu, Dirreskrimum Polda DIY, Burkan Rudy Satria menyebut, sosok Tommy yang menjadi target kiriman sate beracun adalah seorang pegawai negeri. Burkan enggan merinci bahwa T adalah anggota polisi.
Burkan hanya menyebut bahwa motif pengiriman sate beracun ini karena tersangka sakit hati terhadap targetnya. Tersangka diketahui pernah menjalin hubungan dengan target namun target justru menikah dengan orang lain.
"Motifnya sakit hati. Tersangka dan T pernah berhubungan dulu sebelum nikah. Target T sedang kita dalami. (Profesi target) Pegawai negeri,"kata Burkan di Polres Bantul.
Diketahui, seorang anak usia 10 tahun tewas usai menyantap takjil isi sate yang dibawa oleh ayahnya berprofesi sebagai ojek online. Sang ayah bertemu tersangka yang meminta tolong untuk diantar ke sebuah rumah, milik T.
Namun saat diantar, T tak mau menerima takjil tersebut. Akhirnya, takjil beracun itu dibawa sang driver ojek online ke rumah dan dimakan oleh anaknya. Tak lama setelah makan, sang anak pingsan, hingga tewas saat sampai di rumah sakit.